Ngawi (beritajatim.com) – Menjelang Hari Raya Iduladha 1445 H, harga jual sapi di Pasar Hewan Ngawi, tepatnya di Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi, mengalami kenaikan signifikan. Kenaikan ini terjadi akibat stok sapi yang menipis, sementara permintaan hewan kurban melonjak drastis.
Pantauan beritajatim.com pada Senin (3/6/2024) pagi di pasar tersebut harga sapi di pasar tersebut naik hingga Rp2,5 juta per ekor.
Pedagang sapi, Suparni, mengungkapkan bahwa kenaikan ini sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Sebelumnya, harga sapi hanya berkisar antara Rp1 juta hingga Rp2 juta per ekor
“Harga sudah naik mulai Rp1 juta hingga Rp2,5 juta. Pembeli juga meningkat sekitar 50 persen dan akan terus meningkat hingga H-5 Iduladha,” ujar Suparni.
Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi, Eko Yudo Nurcahyo mengatakan kenaikan harga ini disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah stok sapi yang menipis.
“Alhamdulillah, hewan kurban hingga kini layak untuk dikonsumsi. Aturan tetap kita lakukan bagi hewan kurban dari luar daerah,” jelas Eko.
Eko menambahkan, pihaknya akan terus memantau harga dan ketersediaan hewan kurban di pasaran. Ia mengimbau kepada masyarakat agar membeli hewan kurban di tempat yang terjamin kesehatannya.
Selain itu, petugas dari Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi juga melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban di pasar.
Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan sapi dan kambing yang dijual layak disembelih dan bebas dari penyakit mulut dan kuku (PMK) serta LSD.
Hingga saat ini, petugas tidak menemukan satupun sapi atau kambing yang terpapar PMK di pasar tersebut. Namun, pengawasan hewan kurban dari luar daerah akan terus dilakukan hingga Lebaran Iduladha mendatang.
Diperkirakan, permintaan hewan kurban akan terus meningkat hingga H-5 Lebaran Iduladha. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk segera membeli hewan kurban agar tidak kehabisan. [fiq/aje]






