Banyuwangi (beritajatim.com) – Jumlah calon jama’ah haji (CJH) Banyuwangi sebanyak 1.283 orang. Mereka tergabung di empat kloter di antaranya kloter 57, 58, 59 dan 60.
Dari jumlah total itu, hanya kloter 60 harus bergabung dengan CJH asal Sidoarjo.
Kepala Kemenag Banyuwangi Chaironi Hidayat menjelaskan saat ini, jamaah haji lanjut usia relatif sedikit. Rinciannya, jamaah berusia di atas 65 tahun sebanyak 263 orang. Tapi, 27 di antaranya mengenakan kursi roda.
“Jamaah tertua bernama Lamiran bin Warso dari Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu dengan usia 99 tahun. Sedangkan yang paling muda Khotib Nur Yasin dari Kebaman, Srono dengan usia 19 tahun,” jelasnya.
Saat ini, semua CJH asal Banyuwangi telah tiba di tanah suci untuk menjalani serangkaian ibadah. Termasuk ibadah inti haji sesuai jadwal dan waktu yang ditentukan.
“Insyallah untuk kepulangannya ke tanah air pada 8 Juli besok,” pungkasnya.
Sementara itu, Juminten CJH asal Desa Kalipait, Kecamatan Tegaldlimo adalah satu jamaah haji yang membawa kursi roda dari rumah. Hal tersebut lantaran kondisi fisiknya yang kurang mendukung.
“Nanti ada teman jamaah yang siap membantu untuk ibadah selama di sana,” katanya. [rin/aje]






