Manajemen Deltras FC bergerak cepat untuk menyelesaikan isu ini. Amir menyatakan bahwa penyelesaian masalah administrasi ini merupakan bagian dari komitmennya sejak pertama kali mengambil alih klub tiga tahun lalu.
“Saat ini kami sudah melakukan korespondensi dan telah menerima deadline-nya. Kami yakin dapat menyelesaikan masalah ini dalam waktu dekat,” ungkap Amir pada Selasa (28/5/2024).
Amir menjelaskan bahwa masalah administrasi yang dihadapi Deltras saat ini relatif kecil dibandingkan dengan masalah internasional yang dihadapi klub sebelum ia mengambil alih pada tahun 2012. “Masalah ini kecil, hanya administratif. Sebelumnya, Deltras memiliki banyak masalah internasional,” tambahnya.
Ia juga menyebutkan bahwa situasi yang dialami Deltras mirip dengan beberapa klub lain seperti PSS Sleman dan Persija Jakarta. “Proses ini sama seperti yang dialami klub-klub lain. Tidak ada yang istimewa,” katanya.
Amir menegaskan bahwa masalah ini bukanlah hal besar dan akan segera diselesaikan sehingga Deltras siap menyambut penataan pemain baru di musim 2024/2025. “Seperti saat ditilang dan SIM ditarik, kita tidak boleh mengemudi sampai masalah selesai. Begitu juga dengan ini,” jelasnya.
Lebih lanjut, Amir, yang juga Wakil Ketua PSSI Jawa Timur, menegaskan bahwa tidak ada daftar hitam atau klasifikasi warna lain dalam kasus ini. Publik salah memahami dan menggiring opini negatif. “Deltras sama sekali tidak masuk daftar hitam FIFA. Hanya ada ketetapan administratif terkait kondisi tertentu untuk menyelenggarakan transfer pemain,” tegasnya.
Pernyataan resmi manajemen Deltras FC terkait ancaman sanksi FIFA menyebutkan bahwa FIFA telah merilis daftar sepuluh klub dari Indonesia, termasuk Deltras FC Sidoarjo, yang terancam sanksi per 13 Mei 2024 lalu. Dengan komitmen kuat dari manajemen, diharapkan permasalahan ini segera terselesaikan dan Deltras dapat kembali fokus pada persiapan musim depan. (way/kun)