Jember (beritajatim.com) – Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) sedang bahagia. Tiga lembaga survei yang disewa partai tersebut mengunggulkan Muhammad ‘Gus’ Fawait, kandidat bupati yang bakal diusung, dalam pemilihan kepala daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur.
“Kami melakukan survei internal. Ada tiga lembaga survei yang sudah dipublikasi, dari ARCI, Indikator, dan Pusdeham. Hampir semuanya menunjukkan angka yang sama,” kata Ketua Dewan Pimpinan Cabang Partai Gerindra Jember Ahmad Halim, Selasa (21/5/2024).
“Ada tren peningkatan dari Gus Fawait dengan selisih hampir delapan persen, jika itu dicompare dengan empat atau tiga calon. Akan berbeda bila jadi dua calon. Tentu ini berita bagus bagi kami,” kata Halim.
Kendati unggul, Halim menegaskan, partainya tidak jemawa. “Kami tetap akan bekerja keras bagaimana memperebutkan suara masyarakat Jember,” katanya.
Selain melakukan sosialisasi, Gerindra akan berkoordinasi dengan partai-partai yang akan bergabung dengan koalisi. “Respons mereka sangat bagus. Selama ini belum pernah ada kader partai politik yang menjabat bupati di Jember. Sehingga semangatnya sepemahaman, seperjuangan, bagaimana pun indikator partai politik berhasil adalah bisa membawa kader menjadi pucuk pimpinan di pemerintahan provinsi, daerah, maupun nasional,” kata Halim.
Menurut Halim, ada sejumlah partai yang bersiap bergabung dan mengincar posisi calon wakil bupati. “Nanti kami rembuk bersama dengan partai koalisi. Kami ada konsep, walau gemuk, sedang, sedikit. Nanti adsa opsi-opsi. Syukur-syukur bisa satu pasangan calon. Kalau dua paslon, ada opsi jangka menengah dan pendek,” katanya.
Halim menolak mengungkapkan cara berbagi posisi calon wabup dengan partai lain dalam koalisi. “Itu bagian dari strategi kami, bagian dari lobi. Karena kami melihat semua partai punya peran, termasuk yang tidak masuk legislatif,” katanya.
Halim berupaya koalisi partai saat pemilihan presiden bisa bertahan dalam pilkada, dengan tambahan partai lain. “Fenomena di bawah bukan hanya terbatas partai Koalisi Indonesia Maju. Pasca pilpres kemarin ada partai pendukung capres nomor urut 1 dan 3 yang sudah bergabung. Otomatis ini mengubah peta nasional dan daerah,” katanya. [wir]






