Surabaya (beritajatim.com) – Lembaga Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) se-Jatim berkumpul di Kampus B Unusa, Jemursari, Surabaya. Tujuannya untuk menyusun strategi dalam meningkatkan mutu pendidikan.
Kegiatan ini juga bertujuan untuk memperkuat sinergi LPTNU dalam publikasi internasional dengan melibatkan LPPM, Pengelola Jurnal (ARJUNU), dan Perpustakaan (APPTNU).
Ketua LPTNU Jatim Prof Achmad Jazidie menekankan pentingnya kolaborasi antar LPTNU dalam menghadapi tantangan untuk meningkatkan mutu pendidikan.
“Kegiatan ini berfokus pada sinergitas PTNU untuk mendukung capaian mutu pendidikan atau akreditasi,” ujar Jazidie dalam Forum Seminar dan FGD LPTNU itu, Minggu (19/5/2024).
Sekjen LPT-PBNU Dr.rer.pol M Faishal Aminuddin mengapresiasi inisiatif Unusa dalam kegiatan Sinergi PTNU, sambil menyoroti empat upaya LPT-PBNU untuk mendukung pengembangan LPTNU di Indonesia.
“Total 282 PTNU di Indonesia ini menunjukkan bukti nyata keseriusan NU dalam mencetak generasi terbaik. Dan diperlukan kolaborasi terus menerus dan keberlanjutan antar lembaga untuk mencapai tujuan tersebut,” katanya.
Ia mengungkapkan, adapun empat upaya untuk mendorong pengembangan LPTNU di Indonesia antara lain, mendukung pelaksanaan riset dan memberikan akses dan jaringan, dan memfasilitasi para peneliti untuk menghasilkan publikasi di outlet prestisius.
Kemudian bekerjasama dengan lembaga penyedia sumber data dan referensi digital dan membangun konektivitas antar civitas akademika perguruan tinggi dengan menciptakan sistem informasi berupa software SIUNU.
Sementara itu, Ketua LPPM Unusa Achmad Syafiuddin menyebutkan empat hal yang perlu dipersiapkan dengan matang bagi perguruan tinggi terkait peningkatan mutu pendidikan bagi LPTNU di Jatim.
Empat hal itu di antaranya renstra atau arah dan tujuan, fishbone atau kontribusi program studi, roadmap atau kontribusi dosen pada program studi, serta payung riset atau kesesuaian keahlian dosen.
“Dengan menerapkan keempat strategi ini secara terpadu dan berkelanjutan, perguruan tinggi dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang unggul, responsif terhadap dinamika global, serta mampu menghasilkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” tandasnya. [ipl/but]






