Blitar (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Blitar bakal mendatangkan replika pesawat AS-202 Bravo di area Museum PETA. Pesawat AS-202 Bravo ini didatangkan untuk melengkapi diorama yang ada di Museum PETA.
Langkah ini dilakukan untuk menambah daya tarik wisatawan untuk berkunjung ke Kota Blitar. Diharapkan dengan adanya tambahan replika pesawat ini bisa membuat Museum PETA lebih menarik.
Kepala Disbudpar Kota Blitar, Edy Wasono mengatakan pesawat replika itu masih dikerjakan pihak ketiga. Jika sudah selesai, replika pesawat AS-202 Bravo akan ditempatkan disisi barat monumen PETA Supriadi.
“Harapannya bertambahnya alutsista di Museum PETA menjadi daya tarik pengunjung untuk datang ke Kota Blitar,” kata Edy Wasono, Kamis (16/05/24).
Menurut Edy menambahkan pengadaan replika pesawat AS-202 Bravo menelan anggaran sekitar Rp. 250 juta. Sambi menanti kedatangan pesawat, Pemerintah Daerah telah menyiapkan pedestal atau penyangga pesawat. “Kami akan datangkan replika pesawat AS-202 Bravo yang akan dipasang di sebelah barat monumen peta” kata Edy.
Sebelumnya, Pemkot Blitar telah mendatangkan dua tank, meriam dan satu pesawat. Masing – masing alutsista itu ditempat disisi barat dan timur monumen PETA.
Pesawat Tempur jenis F-86 Sabre milik Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) menjadi armada yang terkahir tiba di museum PETA kota Blitar. Pesawat tempur yang memiliki panjang 11,4 meter, serta mempunyai rentang sayap 11,3 meter dan tinggi 4,5 meter tersebut tiba di Museum PETA Kota Blitar pada Sabtu (10/12/22) lalu.
Pesawat tempur jenis F-86 Sabre tersebut dibawa dari Landasan Udara Abdurachman Saleh Malang menggunakan dua kendaraan. Badan pesawat tempur jenis F-86 Sabre tersebut dibawa menggunakan truk trailer.
Sementara untuk sayap pesawat tempur tersebut dibawa terpisah dengan menggunakan truk. Setibanya di Museum PETA Kota Blitar, Badan dan sayap pesawat itu pun langsung dilakukan perakitan. Setelah itu barulah pesawat tempur F-86 Sabre itu akan dipasang di landasan yang sudah dibangun oleh Pemerintah Kota Blitar di bagian halaman Museum PETA.
Proses perakitan pesawat tempur jenis F-86 Sabre itu diperkirakan memakan waktu hingga 1 hari lebih. Perakitan pesawat tempur F-86 Sabre itu juga dilakukan dari tim Skadron teknik 022 Lanud Abdurrachman Saleh Malang.
Penyusunan atau perakitan pesawat tempur F-86 ini terdiri dari penyatuan badan pesawat dengan sayap pesawat. Sementara untuk mesin dan roda pesawat tidak ikut dibawa ke museum PETA Kota Blitar. (owi/kun)






