Bojonegoro (beritajatim.com) – Seorang lelaki yang menjadi korban pembacokan diketahui sudah menginap semalam di hotel Lotus, RedDoorz Jalan Dewi Sartika Kelurahan Karang Pacar Kabupaten Bojonegoro.
Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Fahmi Amarullah mengatakan, dari keterangan awal yang didapat dari saksi korban dan terduga pelaku ini sudah menginap di hotel kelas melati itu sejak Selasa (7/5/2024) kemarin.
Hingga akhirnya, terjadi cekcok antar keduanya dan berujung pembacokan. Kasus pembacokan itu terjadi Rabu (8/5/2024) sekitar pukul 10.00 WIB. Belum diketahui motif terduga pelaku melakukan aksi penganiayaan tersebut.
“Keduanya sudah menginap sejak kemarin. Terduga pelaku saat ini masih dalam pengejaran. Informasi terakhir, terduga pelaku ini kabur ke Terminal Rajekwesi,” ujarnya, siang.
Akibat peristiwa pembacokan menggunakan parang itu, korban seorang lelaki berinisial ASH (21) warga Kabupaten Demak mengalami luka dibagian kepala sebelah kiri dan bagian lengan. Korban saat ini masih dimintai keterangan oleh pihak kepolisian.
“Tadi sudah saya cek langsung, ada luka di kepala sebelah kiri, tim medis menyatakan kondisinya stabil,” ujar Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Fahmi Amarullah.
Sebelum terjadi pembacokan, korban dan terduga pelaku sempat cekcok di dalam kamar. Kemudian saat keluar, korban sudah dalam kondisi bersimbah darah. Motif penganiayaan itu kini masih di dalami.
Keduanya diketahui menginap sejak Selasa (7/5/2024) kemarin. Tamu perempuan yang saat kejadian berada di dalam kamar dengan korban saat ini masih dalam pencarian Polisi. “Kami masih mencari keberadaan tamu perempuan,” tandasnya.
Sementara, resepsionis Hotel Lotus, RedDoorz wilayah Kelurahan Karang Pacar Kabupaten Bojonegoro, Senitra mengungkapkan tidak mengetahui secara pasti kejadian pembacokan yang melibatkan tamu hotel. Ia mengaku hanya mengetahui saat tamu laki-laki itu keluar kamar dalam kondisi bersimbah darah.
“Kalau waktu kejadiannya nggak tahu, tahunya bapaknya (korban), keluar sudah bersimbah darah dan meminta tolong, sambil bawa alatnya itu,” ujar Senitra. [lus/beq]






