Ponorogo (beritajatim.com) – Komunikasi animal rescue atau penyelamat satwa Volcano Merapi mensosialisasikan penyelamatan ular kepada warga Kabupaten Ponorogo. Khususnya kepada warga Desa Sukosari, Kecamatan Babadan. Sosialisasi ini penting dilakukan mengingat saat ini, wilayah bumi reog, telah memasuki musim pancaroba.
Musim peralihan antara musim penghujan ke musim kemarau. Di mana saat musim tersebut, diperkirakan banyak ular yang berpotensi masuk dalam pekarangan rumah.
“Kegiatan ini untuk mengedukasi warga tentang penanganan ular saat musim pancaroba seperti saat ini,” kata salah satu relawan Volcano Merapi, Sofyan, ditulis Selasa (30/04/2024).
Dalam sosialisasi itu, para warga dan pemuda desa setempat, diajarkan untuk mengenali berbagai jenis ular. Salah satunya dengan pengenalan dan membedakan antara ular berbisa dan ular tidak berbisa. Mereka juga dipandu untuk tidak membunuh ular, tetapi menangkapnya. Kemudian memindahkan ular yang sudah ditangkap itu, ke habitat aslinya. “Sebagian besar warga ini, biasanya lebih memilih untuk membunuh ular yang masuk lingkungannya,” katanya.
Dengan membunuh itu, akan menggangu keseimbangan rantai makanan. Populasi tikus dikhawatirkan akan meledak, jika predator alaminya musnah. Nah, keadaan itu juga akan menyusahkan petani. Selama sosialisasi, warga diberi pelatihan tentang cara menangkap ular yang masuk ke dalam rumah, dengan cara yang aman tanpa membunuhnya. “Untuk itu, kita juga memberikan edukasi, mana ular yang berbisa dan mana ular yang tidak berbisa. Sebab, penanganan juga berbeda,” ungkap Sofyan.
Sementara itu, Ersa Syafa’ul Fadilah, salah satu warga setempat mengungkapkan sosialisasi yang dilakukan oleh komunitas Volcano Merapi ini sangat membantu mereka dalam menangani ular yang berkeliaran di lingkungannya. Sebab, desanya sering kali menjadi habitat bagi ular liar, terutama saat musim peralihan seperti ini. Dia mengikuti acara ini untuk mempelajari cara yang tepat dalam menangani ular. Selain itu, Ia juga bisa membedakan mana ular berbisa dan yang tidak berbisa.
“Bersyukur sekali dapat pengetahuan baru terkait penanganan ular. Ya soalnya di sini itu banyak ular liar yang masuk pekarangan, terutama ya musim pancaroba ini,” pungkasnya. (end/kun)






