Surabaya (beritajatim.com) – Perdagangan berjangka menjadi sorotan dalam industri keuangan global dengan dinamika yang unik dan prospek yang menjanjikan. Sosialisasi dan pendidikan, terutama di kalangan mahasiswa pun menjadi sangat penting.
PT Valbury Asia Futures Surabaya berkesempatan memberikan kuliah umum ratusan mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Dalam acara ini, Valbury Surabaya berkolaborasi dengan Jakarta Futures Exchange (JFX) dan Kliring Berjangka Indonesia (KBI).
Assistant Vice President Valbury Surabaya Siswadi mengatakan bahwa dalam perdagangan berjangka ini transaksi dapat dilakukan secara dinamis tanpa membutuhkan modal besar dan dilakukan dua arah.
“Potensi perdagangan berjangka sangat besar, karena ini merupakan global market, terlebih lagi kemudahan orang bertransaksi yang dilakukan dari genggaman tangan saja yaitu dari smartphone yang kita miliki,” kata Siswadi, ditulis Selasa (30/4/2024).
Dibandingkan perdagangan saham konvensional, perdagangan berjangka menawarkan fitur-fitur unggulan yang memungkinkan para pelaku pasar untuk meraih keuntungan dari pergerakan harga dalam dua arah.
Salah satu keunggulan utama perdagangan berjangka adalah kemampuan untuk bertransaksi baik dengan posisi beli maupun jual, memungkinkan para pelaku pasar untuk mengambil keuntungan dari naik turunnya harga.
Dikatakan Komisaris Utama PT Bursa Berjangka Jakarta Yazid Kanca Surya bahwa penggunaan margin yang relatif rendah, sekitar 1-4 persen dari nilai perdagangan, memberikan fleksibilitas yang besar bagi para investor dengan modal terbatas untuk berpartisipasi dalam pasar dengan nilai transaksi yang jauh lebih besar.
“Nilai dari perdagangan yang diperdagangkan misalnya Rp100 ribu, kita pakai margin cuma 1 sampai 4 persen. Jadi, untuk nilai Rp100 ribu cuma dengan uang Rp4 ribu kita bisa memperdagangkan Rp100 ribu,” jelasnya.
Ia menambahkan, adapun faktor-faktor yang mempengaruhi harga dalam perdagangan berjangka sangatlah beragam. Mulai dari faktor fundamental seperti politik dan ekonomi, hingga faktor teknis yang melibatkan analisis sejarah pergerakan pasar.
Perkembangan teknologi juga menjadi pendorong utama dalam pertumbuhan perdagangan berjangka, dengan semakin banyaknya produk seperti cryptocurrency yang diperdagangkan di berbagai bursa.
Menariknya, tren mobilitas yang semakin meningkat, terutama di kalangan generasi muda, membuka peluang besar bagi pertumbuhan perdagangan berjangka di masa depan. Sosialisasi perdagangan berjangka, terutama di kalangan mahasiswa, menjadi sangat penting.
Direktur Pengembangan Bisnis dan Operasional Kliring Berjangka Indonesia (KBI) Saidu Sholihin menjelaskan, pihaknya sebagai perusahaan BUMN memainkan peran penting sebagai lembaga penyelesaian transaksi perdagangan berjangka.
Dengan menyediakan layanan kliring, KBI memastikan bahwa semua transaksi yang terjadi di bursa berjangka Jakarta dapat diselesaikan dengan aman dan efisien.
“Unair kampus terbaik di Indonesia yang memiliki lulusan dengan potensi luar biasa. Indonesia sangat kaya dengan komoditinya baik bersifat pangan maupun tambang. Nah, kita harus upgrade mahasiswa kita untuk sangat mengerti masalah instrumen yang ada di keuangan, khususnya yang diperdagangkan di internasional,” tuturnya. [ipl/kun]






