Ponorogo (beritajatim.com) – Ratusan calon jemaah haji (CJH) asal Kabupaten Ponorogo yang berangkat pada tahun 2024, rata-rata sudah menunggu momen penting ini sekitar 12 tahun. Ya, kebanyakan yang berangkat pada musim haji 1445 Hijriah ini, dulu daftarnya pada akhir tahun 2011 dan awal tahun 2012. Alhasil, jika mereka berangkat pada tahun ini, lama meteka mereka menunggu kurang lebih selama 12 tahun.
“Mereka yang berangkat tahun ini, merupakan jemaah haji yang daftarnya dulu pada akhir tahun 2011 dan awal tahun 2012,” kata Kasie Penyelenggaran Haji dan Umrah (PHU) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Ponorogo, Marjuni, Sabtu (27/04/2024).
Data dari Kemenag Ponorogo, tercatat ada 618 CJH yang akan berangkat ke Tanah Suci pada tahun 2024 ini. Marjuni mengatakan bahwa, dari ratusan orang yang akan menunaikan rukun Islam yang ke-5 itu, sebanyak 40 orang mengusulkan sebagai pendamping jemaah haji lanjut usia (lansia). Selain itu hingga saat ini, CJH lansia yang menyatakan diri akan membawa kursi roda dari awal, hanya ada 1 orang.
“Selain ada 1 orang yang mengatakan akan memakai kursi roda, semuanya bisa berjalan kaki atau memakai tongkat,” katanya.
Untuk diketahui sebelumnya, tahun 2024 atau 1445 hijriah, jemaah haji asal Ponorogo yang bakal berangkat ke Tanah Suci akan terbagi menjadi 2 kelompok terbang (kloter). Dengan jumlah 618 orang itu, akhirnya untuk Ponorogo dibagi menjadi 2 kloter.
Ditinjau jadwal yang dikeluarkan oleh embarkasi Surabaya, jemaah haji Ponorogo di kloter 19 dan kloter 20. Di mana jemaah haji asal Ponorogo dari 2 kloter itu, akan berangkat pada tanggal 15 Mei 2024. Namun, jadwal keberangkatannya dari 2 kloter itu berbeda.
“Sebenarnya untuk 2 kloter itu tanggal berangkatnya sama, yakni tanggal 15 Mei 2024. Hanya berbeda jam berangkatnya, kloter 19 berangkat dini hari pukul 02.00 WIB, kalau kloter 20 berangkat pukul 07.00 WIB,” katanya. [end/beq]






