Lamongan (beritajatim.com) – Dandim 0812 Lamongan Letkol Arm Ketut Wira Purbawan mengambil langkah sigap dengan mengerahkan seluruh Babinsa untuk memantau dan mensosialisasikan upaya pencegahan penyakit mulut dan kuku (PMK) di wilayah Kabupaten Lamongan.
Upaya ini dilakukan sebagai langkah antisipasi penyebaran PMK yang kian mengkhawatirkan. “Monitoring dan sosialisasi ini menjadi kunci utama dalam mencegah penyebaran PMK,” ujar Dandim Letkol Wira Purbawan, Rabu (24/04/2024).
Para Babinsa diinstruksikan untuk terjun langsung ke lapangan, mengunjungi peternakan-peternakan milik warga di wilayahnya masing-masing. Tak hanya memantau kondisi hewan ternak, mereka juga diwajibkan untuk memberikan edukasi kepada para peternak tentang PMK.
“Sosialisasi kepada peternak tentang PMK ini sangat penting. Mereka perlu memahami cara mengidentifikasi gejala PMK, langkah-langkah pencegahan, dan tata cara penanganan yang tepat jika hewan ternak mereka terserang,” jelas Dandim.
Letkol Wira Purbawan menekankan pentingnya sinergi antara Babinsa dan peternak dalam memerangi PMK. “Dengan kerjasama yang baik, diharapkan penyebaran PMK di Lamongan dapat dikendalikan dan peternakan masyarakat dapat kembali aman dan produktif,” pungkasnya.
Langkah proaktif Dandim 0812/Lamongan ini diharapkan dapat membantu mencegah meluasnya PMK di Lamongan dan melindungi mata pencaharian para peternak di wilayah tersebut. (ted)






