Jember (beritajatim.com) – Bupati Hendy Siswanto menegaskan bahwa semangat Marhaenisme menjadi landasannya memimpin Kabupaten Jember, Jawa Timur. Ia menyebut PDI Perjuangan guru politik.
“Pada 2020, saya tidak mengerti politik sama sekali. Nol besar. Minus. Tidak paham sama sekali. Mentor saya adalah Mas Arif Wibowo (Ketua Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Jember, red),” kata Hendy, saat mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati di kantor DPC PDI Perjuangan Jember, Senin (22/4/2024). Dari Arif, dia belajar cara memperoleh rekomendasi untuk maju sebagai kandidat bupati.
Hendy berjanji berusaha semaksimal mungkin untuk meyakinkan para pengurus PDI Perjuangan agar menerbitkan rekomendasi uintuknya. “Tentunya dengan semangat Marhaen. Semangat kami tidak tertera dalam tulisan kami, Marhaen. Tapi kelakuan kami adalah kelakuan Marhaen,” katanya.
“Pada 2024 ini, saya akan berusaha maksimal, dicetuskan sekalian, ditulis sekalian, (kebijakan) Marhaen yang sudah kami lakukan saat memimpin Jember selama tiga tahun ini,” kata Hendy.
Hendy menekankan prioritasnya adalah menekan angka kemiskinan di Jember. “Bagaimana kami membantu wong cilik, bagaimana kami memberikan layanan kesehatan gratis bagi yang tidak mampu, Itu adalah bentuk konkret implementasi Marhaenisme,” katanya.
Hendy meminta agar diberi kesempatan memenuhi persyaratan yang diberikan PDI Perjuangan untuk memperoleh rekomendasi pencalonan bupati. “Kami tidak akan mengurangi sedikit pun persyaratan yang ditentukan. Kalau pun kami harus melalui proses ujian, insyaallah kami akan menjalaninya apapun bentuknya,” katanya.
PDI Perjuangan memiliki posisi penting sebagai pihak yang banyak memberikan masukan selama Hendy memimpin Jember pada 2021-2024. “Banyak sekali ilmu yang diberikan kepada kami. Kritik dan saran dari PDI Perjuangan membangun saya. Sama sekali dari awal sampai hari ini, kami tidak pernah meng-counter. Apa yang disampaikan PDI Perjuangan kami laksanakan,” kata Hendy.
Hendy memohon apa yang telah dilakukannya sebagai bupati benar-benar menjadi pertimbangan bagi PDI Perjuangan untuk mencalonkannya. “Kami bukan hanya merayu PDI Perjuangan dengan kata-kata, tapi dengan perbuatan,” katanya. [wir]







4 Komentar
jangan terlalu umbar janji pak…dulu samean pas pencalonan janjine banyak….setelah dibantu utk isa menang samean lupa sm org sekitar nya bahkan samean memusuhi nya….sakit hati ini pak….seandainya klo wakil nya bukan gus firjoun saya yakin samean g iro dadi
Terlalu bnyak janji tidak akan bisa memajukan jember,trus trang dlu orangnya p.hendy bnyak di pelosok”tapi nyatanya sekarang pada menjauh,padahal iti orang orangnya pdi.p pak.smean di pilih rakyat seharusnya berpihak sama WONG CILIK,trutama petani untuk wilayah jember selatan
Sepertinya surve sementara hendik akan di salip bebas sm fawaid di pilbub nanti
Jangan banyak janji wong honor tukang untuk bedah rumah tagana aja sampek sekarang blum terealisasikan korbannya ya petugas tagana yg di tagih pekerjaan selesai d bulan puasa sampek sekarang blum terbayarkan jangan banyak janji dulu hal kecil saja blum terselesaikan.