Malang (beritajatim.com) – Program studi (prodi) informatika Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sukses meraih akreditasi internasional dari lembaga Akreditasi International Accreditation Board for Engineering Education (IABEE). Raihan ini secara resmi diperoleh sejak 31 Maret 2024 lalu.
Ketua prodi Informatika UMM Ir. Galih Wasis Wicaksono, M.Cs mengatakan, raihan akreditasi ini sejalan dengan milestone UMM yang menargetkan tahun 2026 setiap prodi mendapatkan rekognisi Internasional. Bahkan, dikatakan pihaknya memang sudah mendapatkan banyak penghargaan sejak lama.

“Salah satu raihannya Provisional Accreditation (PA) IABEE. Keikutsertaan dalam PA ini sebagai upaya kami untuk mewujudkan rekognisi pemenuhan kriteria General Accreditation (GA) dari IABEE. Berdasarkan hasil PA kurang lebih satu tahun dari April 2023 sampai Maret 2024 kami ikuti seleksi,” tuturnya pada Kamis (18/4/2024).
Lebih lanjut, Galih menuturkan bahwa selama persiapan dan pelaksanaan penilaian akreditasi, ada task force khusus yang telah disiapkan. Salah satunya soal soal kurikulum yang berbasis luaran atau Outcome Based Education (OBE).
“Di samping itu, kami juga harus menyesuaikan dengan program pemerintah. Kami yakin, terdapat korelasi yang positif dengan misi kami untuk memajukan prodi Informatika UMM,” lanjut ketua Prodi Informatika UMM.
Puncak pelaksanaan akreditasi GA IABEE terlaksana saat visitasi yang dilakukan untuk proses validasi dan verifikasi. Adapun keberhasilan meraih akreditasi internasional ini menjadikan Informatika UMM menjadi prodi informatika universitas Islam pertama di Indonesia yang terakreditasi IABEE.
Bahkan, di wilayah Malang Raya, hanya prodi Informatika UMM yang telah terakreditasi Internasional GA IABEE. Hal ini menjadi rekognisi eksternal sekaligus afirmasi positif bagi tim yang telah menjadi bagian dalam menjaga komitmen peningkatan mutu dan kualitas pendidikan berorientasi internasional.
Bagi prodi informatika, raihan ini sebagai dorongan bagi prodi Informatika UMM untuk meningkatkan kualitas pendidikan agar melahirkan sarjana kompeten. “Ini menjadi inspirasi bagi seluruh institut pendidikan di seluruh Indonesia untuk mengejar standar internasional yang lebih tinggi untuk penyelenggaraan pendidikan,” katanya menutup. (dan/ian)






