Yogyakarta (beritajatim.com)– Baru baru ini nama Desa Jurug Argosari Sedayu Bantul Yogyakarta mendadak menjadi viral di media sosial (medsos) setelah salah satu pengguna medsos atasnama Neneng W Cahyana membagikan cerita pilu dan haru ke medsos. Neneng menyebutkan warga di desa Jurug Argosari Sedayu Bantul ini isinya “Malaikat” semua. Mengapa bisa demikian?
Melalui medsos pribadinya, Neneng W Cahyana seorang mantan TKW Hongkong membagikan cerita mengenai kehidupannya pada tahun 1998 1999. Desa ini imbuh Neneng mayoritas penduduk beragama Katolik dan Kristen, dirinya dan suami merupakan satu satunya penduduk beragama Islam yang tinggal di desa tersebut.
Diceritakannya pada tahun tersebut dirinya resign dari sebuah tempat dirinya bekerja di kawasan Jabodetabek. Ia kemudian pulang ke desa sang suami yakni Desa Jurug Argosari Sedayu Bantul dalam keadaan hamil.
Dalam perjalanannnya mereka sama sama memulai kehidupan dari nol, kondisi hamil akan melahirkan tak ada uang sepeserpun.
“Kami sudah meminta bantuan siapapun tidak ada sama sekali yang mau memberikan hutang pinjaman untuk kami, kemudian kami dibantu penduduk mereka membantu kami benar benar tanpa pamrih,” jelas Neneng.
Selanjutnya dirinya dan suami nekat melahirkan di desa ini yang tak memiliki sanak saudara satupun di desa yang disebutnya mayoritas memiliki penduduk beragama Kristiani.
Neneng dan suami yang kebetulan beragama Islam sangat terharu dan tak disangka sambutan warga dalam membantu persalinan hingga membesarkan anak di desa ini luar biasa.
“Saya melahirkan dibantu orang-orang desa sini gotong royong. Baju baju bayi anak saya diambilkan dari gereja sekitar oleh warga di desa ini meski saya muslim mereka tidak memandang agama dan terus menerus membantu kami sampai kami benar benar siap lepas hidup tanpa bantuan penduduk,” jelasnya.
Atas kebaikan warga sekitar ini, Neneng kemudian menyebut desa Jurug Argosari Sedayu Bantul ini dihuni oleh penduduk yang berhati malaikat semua. Bahkan desa ini juga menjadi viral karena toleransi antar umat beragama yang terjalin baik.
“Penduduk disini isinya malaikat semua, semuanya baik tidak membeda-bedakan agama tolong menolong yang susah dirangkul dan ditolong,” tegasnya. [aje]






1 Komentar
Kapanewon Sedayu (termasuk didalamnya Padukuhan Jurug, Kalurahan Argosari) memberi pelajaran berharga untuk Toleransi Beragama
#SedayuBersatuLawan Covid19#
adalah semangat/spirit masyarakat Kapanewon Sedayu dalam penanganan Covid19.
Jadilah Garam dan Terang Dunia…