Tuban (beritajatim.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tuban umumkan jadwal Gerhana Matahari dan Bulan pada periode 5 tahunan yakni tahun 2024 dan 2028.
Fenomena Gerhana ini terjadi rata-rata 4 kali dalam setahun dan paling banyak 6 kali dalam setahun.
Menurut Kepala BMKG Tuban Zem Irianto Padama menjelaskan bahwa fenomena Gerhana Matahari dan Bulan terjadi sebab akibat dari pergerakan revolusi bumi dan bulan yang bergerak mengelilingi Matahari.
Dimana dalam pergerakan revolusi tersebut ada saatnya bumi – bulan – matahari berada dalam posisi satu garis kelurusan yang menyebabkan sinar matahari terhalang oleh salah satu antara bumi atau bulan.
“Agar tidak ada informasi hoax tentang fenomena gerhana, jadi saya merangkum jadwal fenomena gerhana yang akan dialami bumi periode 5 tahun ke depan,” tutur Zem sapanya. Selasa (02/04/2024).
Adapun jadwal Gerhana tahun 2024 yakni :
1. Gerhana Bulan Penumbra pada tanggal 25 Maret 2024.
2. Gerhana Matahari Total 08 April 2024.
3. Gerhana Bulan Parsial 18 September 2024.
4. Gerhana Matahari Cincin 02 Oktober 2024.
Kemudian, untuk jadwal Gerhana tahun 2025 yaitu :
1. Gerhana Bulan Total pada tanggal 14 Maret 2025.
2. Gerhana Matahari Parsial 29 Maret 2025.
3. Gerhana Bulan Total 07 September 2025.
4. Gerhana Matahari Parsial 21 September 2025.
Lalu, untuk jadwal Gerhana tahun 2026 :
1. Gerhana Matahari Cincin 17 Februari 2026.
2. Gerhana Bulan Total 03 Maret 2026.
3. Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026.
4. Gerhana Bulan Parsial 28 Agustus 2026.
Lanjut, untuk jadwal Gerhana tahun 2027:
1. Gerhana Matahari Cincin 06 Februari 2027.
2. Gerhana Bulan Penumbra 20 Februari 2027.
3. Gerhana Bulan Penumbra 18 Juli 2027.
4. Gerhana Matahari Total 02 Agustus 2027.
5. Gerhana Bulan Penumbra 17 Agustus 2027.
Yang terakhir, jadwal Gerhana tahun 2028:
1. Gerhana Bulan Parsial 12 Januari 2028.
2. Gerhana Matahari Cincin 26 Januari 2028.
3. Gerhana Bulan Parsial 06 Juli 2028.
4. Gerhana Matahari Total 22 Juli 2028.
5. Gerhana Bulan Total 31 Desember 2028.
“Catatan ini bersumber dari Katalog Gerhana Nasa, sedangkan tanggal dan waktu kejadian gerhana berdasarkan UTC,” pungkasnya. [ayu/aje]






