Magetan (beritajatim.com) – Produsen Oleh-oleh Khas Magetan Dinawa di Desa Nitikan, Kecamatan Plaosan, tengah sibuk memenuhi permintaan pasar yang meningkat jelang Lebaran 2024.
Herna Ismariani, pemilik Dinawa, mengatakan bahwa jumlah pemudik tahun ini diprediksi akan meningkat.
“Sehingga permintaan oleh-oleh khas Magetan seperti Roti Bolu Kering, Roti Bolu Basah, Carang Mas, dan Likak Likuk juga akan meningkat. Produksi saat ini dimaksimalkan untuk semua jenis oleh-oleh,” kata Herna, Minggu (31//3/2024).
Produksi tahun ini meningkat dibandingkan tahun lalu. Dinawa saat ini menyetok oleh-oleh makanan kering seperti Likak Likuk, Carang Mas, dan Roti Bolu Kering. Roti Bolu Basah diproduksi setiap hari karena masa kadaluarsanya hanya dua minggu.
“Produksi tepung meningkat dari 1 kwintal per hari menjadi 2-3 kwintal per hari. Pegawai yang dipekerjakan juga bertambah dari 2 orang menjadi 7 orang,” ujar Herna.
“Pesanan oleh-oleh biasanya ramai setelah Lebaran karena banyak hajatan. Saat ini, pesanan sudah mulai banyak, terutama dari dinas.Biasanya lebih banyak pemudik yang datang langsung ke sini untuk membeli oleh-oleh,” tambahnya.
Harga beberapa jenis oleh-oleh mengalami kenaikan, seperti Roti Bolu Basah dari Rp 4.500 menjadi Rp 5.000 per bungkus. Harga Likak Likuk tetap Rp 15.000 per bungkus, Carang Mas Rp 5.000 per bungkus, dan Roti Bolu Kering Rp 10.000 per bungkus.
“Harga bahan baku seperti gula, tepung, dan telur naik, tapi konsumen atau tengkulak tidak mau jika harga oleh-oleh dinaikkan,” kata Herna.
Untuk mengatasinya, Dinawa mengecilkan sedikit volume beberapa jenis oleh-oleh. Produksi Bolu saat ini menjadi 2 kwintal per hari dari sebelumnya 1 kwintal per hari. Produksi Likak Likuk naik 3 kali lipat menjadi 30 kilogram per hari, meskipun tidak diproduksi setiap hari. Carang Mas diproduksi setiap hari dengan bahan dasar ubi ungu dan ubi biasa.
“Alhamdulillah, produksi kami meningkat di bulan Ramadan dan Lebaran tahun ini dibandingkan tahun lalu,” pungkas Herna. [fiq/but]






