Jakarta (beritajatim.com) – PSSI menggelar seminar mengenai perselisihan kontrak pemain dan National Dispute Resolution Chamber atau badan penyelesaian sengketa nasional (NDRC) pada 28-29 Maret 2024 di Jakarta.
“Kita harus mengerti ekosistem dan regulasi sepak bola dari mulai Internasional FIFA sampai dengan level lokal. NDRC akan kami hidupkan kembali,” kata kata Wakil Ketua Umum PSSI Ratu Tisha Destria dalam laman resmi PSSI, Jumat (29/3/2024) petang.
Pembentukan NDRC Indonesia diawali dengan acara seminar yang diselenggarakan PSSI dengan melibatkan FIFA, FIFPRO, APPI serta perwakilan klub Liga 1 dan Liga pada 2019.
PSSI ditunjuk FIFA sebagai federasi pilot project dalam pengembangan NDRC di mana nantinya akan menjadi tempat pengaduan, khususnya pemain di liga setempat.
NDRC diharapkan juga dapat menjadi wadah penyelesaian masalah dan sengketa yang berhubungan dengan sepak bola.
“Bagaimana caranya memecahkan masalah-masalah arbitrase, bagaimana pemahaman mengenai football tribunal, lalu hukum olah raga, keilmuan di hukum olah raga menjadi satu hal pondasi yang sangat penting untuk menjadi federasi kelas dunia,” jabar Ratu Tisha.
“Bahwa kita saat ini tengah berbenah di area football governance and administration. Harapannya adalah ke depan klub-klub akan lebih stabil memiliki dan mematuhi terhadap club licensing dan memiliki legal administration yang kuat. Apabila itu kuat, maka sepak bola Indonesia pasti akan lebih hebat,” imbuhnya. [faw/but]






