Surabaya (beritajatim.com) – Kabar gembira datang dari industri hulu migas Indonesia. Lapangan Camar di Wilayah Kerja Bawean, yang sempat vakum selama 3 tahun, kembali beroperasi setelah melalui reaktivasi oleh PT. Prima Energi Bawean (PEB).
Berkat kerjasama erat antara SKK Migas dan PEB, reaktivasi Lapangan Camar berhasil diselesaikan dalam waktu singkat, hanya 1 tahun. Kini, lapangan ini siap berkontribusi dalam meningkatkan ketahanan energi nasional dengan target produksi mencapai 3.000 BOPD di tahun 2025.
Komitmen Tinggi dan Efisiensi
PEB menunjukkan komitmennya dengan menyelesaikan reaktivasi CPP (Central Processing Platform) dan mengurus seluruh izin terkait. Tak hanya itu, PEB juga melakukan terobosan dengan memulai studi FEED dan pengadaan komponen untuk reaktivasi platform MPA (Monopod Platform).
PEB tak berhenti di situ. Mereka juga merencanakan pengeboran sumur baru di platform MPA dan CPP, termasuk eksplorasi di area Tuban dengan survey seismik 3D. Diperkirakan area ini memiliki potensi sumberdaya sebesar 622 MMBOE Oil In Place.
Apresiasi dari SKK Migas
SKK Migas mengapresiasi komitmen PEB dalam merealisasikan program reaktivasi Lapangan Camar. Hudi D. Suryodipuro, Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas, mengatakan, perkembangan ini tidak lepas dari upaya SKK Migas untuk mendorong akselerasi reaktivasi Lapangan Camar.
“Kami harap PEB dapat terus meningkatkan produksi dan melakukan eksplorasi untuk mendukung ketahanan energi nasional,” papar Hudi.
Kontribusi Positif bagi Negara
CEO Prima Energi, Pieters Utomo, menegaskan bahwa PEB akan terus berkoordinasi dengan SKK Migas untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan proyek ini. “Harapannya, proyek ini dapat memberikan kontribusi positif bagi negara, khususnya bagi Industri Hulu Migas di Indonesia,” ujarnya.
Kembalinya Lapangan Camar menjadi angin segar bagi industri hulu migas Indonesia. Dengan kerja sama yang solid dan strategi yang tepat, target peningkatan produksi migas nasional dapat tercapai.[rea/kun]






