Surabaya (beritajatim.com) – Paul Munster, pelatih Persebaya Surabaya menegaskan jika akan mengamati bagaimana kinerja wasit yang akan memimpin jalannya pertandingan antara tim Bajol Ijo melawan Madura United, Rabu (13/3/2024) di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Mantan pelatih Bhayangkara FC ini mengatakan derby Jawa Timur ini tentu akan menyenangkan untuk dinikmati namun ia masih memiliki rasa kekhawatiran kepada kepemimpinan wasit, karena di dua laga kemarin kepemimpinan wasit dinilai kurang bagus.
“Saya sudah tahu besok siapa wasitnya dan saya mempunyai catatan bahwa besok wasit yang memimpin dalam kepemimpinannya sebelum di pertandingan Persebaya mempunyai track record kurang baik. Tapi semoga hal- hal yang kurang baik terkait kinerja wasit di laga sebelumnya yang dipimpin dia terjadi pada laga ini. Sehingga pertandingan berjalan fair,” ungkap Munster, Selasa (12/3/2024).
Lebih lanjut dikatakan Munster meski ia telah mengantongi track record siapa wasit yang akan diturunkan besok dalam pertandingan pekan ke 29, tim besutannya akan bermain dengan tenang dan profesional.
Mengenai bagaimana kinerja wasit entah akan melakukan manuver apa hal itu tidak akan mengubah cara bermain Persebaya seperti apa setiap bertanding.
“Yang perlu digaris bawahi saya sedih dengan kinerja mereka terbukti seperti di laga sebelumnya tidak ada hukuman kepada wasit yang memimpin dengan secara tidak baik,” imbuhnya.
Seharusnya federasi bisa berpikir bagaimana kondisi dan kualitas wasit yang dimiliki Indonesia, dengan kualitas yang seperti ini apakah akan ada perubahan yang lebih baik di Indonesia.
Perlu adanya wasit asing untuk membentuk cepat kualitas kinerja wasit supaya kualitas sepak bola liga 1 Indonesia membaik.
“Sekali lagi saya tegaskan dengan kondisi kualitas wasit yang ada, perlu adanya wasit asing untuk secara cepat meningkatkan kualitas wasit di liga 1 karena seperti yang saya bilang tidak ada hukuman terhadap wasit-wasit yang kurang baik ini dan memang sampai saat ini terbukti tidak ada hukuman buat mereka,” imbuhnya.
Dua kali Persebaya Surabaya benar-benar di curangi wasit, di pertandingan melawan PSS Sleman di mana kepala Bruno Moreira di injak oleh pemain PSS Sleman Wahyudi Hamisi, lalu di pertandingan melawan Borneo FC pemain mudanya Toni Firmansyah didorong oleh pemain Borneo FC tanpa ada pelanggaran dari wasit. (way/ian)






