Surabaya (beritajatim.com) – Tak mau terpuruk usai menelan kekalahan atas Borneo FC , 3-1. Paul Munster pelatih Persebaya Surabaya ajak bangkit para pemain menatap pertandingan home selanjutnya di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya.
Meski masih memiliki rasa kekecewaan atas kejadian kurang mengenakkan yang dilakukan oleh perangkat pertandingan, pelatih berusia 42 tahun ini tetap berpesan dengan kualitas seperti ini sepak bola Indonesia tidak akan baik.
“Tidak memberi contoh bagi siapa pun di semua liga, baik liga dua atau liga tiga. Hal ini bukanlah contoh yang bagus untuk situasi seperti itu,” ungkap Paul.
Maka ia tak ingin kecurangan ini kembali terulang dipertandingan berikutnya melawan Madura United. Munster memiliki harapan besar kepada para pemainnya untuk meraih poin penuh dikadang.
“Tentu saja sejak pertandingan terakhir kita kalah. Namun saya masih punya harapan besar melawan Madura United dan berharap para pemain bisa fokus dan bermain bagus supaya dapat ppin di kandang,” imbuhnya.
Bahkan ia menghimbau kepada seluruh bonek dan bonita untuk datang dan mendukung tim Persebaya Surabaya, meski bermain di jam malam Munster berharap para suporter bisa datang ke stadion dan memenuhi tribun.
“Saya berharap semua penggemar, semua Bonek Bonita yang datang dan mendukung kami. Bahkan hingga pertandingan terakhir saya mohon dukungannya, saya yakin kita bisa mendapat banyak dukungan,”ucapnya.
Saat ini Persebaya Surabaya menduduki posisi 12 dengan perolehan poin sementara sebanyak 35, sedangkan Madura United kini berada diposisi 5 dengan perolehan poin sebanyak 45. [way/aje]






