Jember (beritajatim.com) – Partai Persatuan Pembangunan berhasil meningkatkan jumlah pemilih dari 93 ribu suara pada Pemilu 2019 menjadi 95.119 suara pada Pemilu 2024. Namun rupanya pertambahan suara ini tidak berkorelasi dengan pertambahan jumlah kursi.
Jumlah kursi PPP untuk DPRD Jember periode 2024-2029 tetap lima, sama dengan jumlah kursi periode sebelumnya. Dalam sejarah pemilu Orde Reformasi, raihan kursi pada Pemilu 2019 dan 2024 di bawah kepemimpinan Ketua Dewan Pimpinan Cabang PPP Jember Madini Farouq ini lebih baik daripada Pemilu 1999 (4 kursi), Pemilu 2009 (3 kursi), dan Pemilu 2014 (2 kursi).
Perolehan kursi terbaik PPP pada masa Reformasi terjadi pada Pemilu 2004 yakni enam kursi. “Semestinya tahun ini dapat tujuh kursi tapi kita kalah di Daerah Pemilihan 1 dan 5. Tapi kami tetap bersyukur karena masih bisa mempertahankan lima kursi di tengah pemilu yang semua caleg mengatakan bahwa ini pemilu yang paling brutal,” kata Madini, Sabtu (9/4/2024).
Menurut Madini, terjadi permainan-permainan yang dilakukan oknum penyelenggara pemilu tahun ini yang berimbas pada gagalnya target capaian PPP. “Oknum penyelenggara diragukan obyektivitasnya dan diduga ikut bermain, sehingga kami masih bisa bertahan lima kursi itu ya alhamdulillah dan perolehan suaranya bertambah,” katanya.
PPP sebenarnya menargetkan 10 kursi di DPRD Jember. “Tapi kami bisa bertahan dengan lima kursi, sudah sesuatu yang luar biasa, karena di kabupaten-kabupaten lain, PPP cenderung mengalami penurunan. Saya diminta laporan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW). DPW mengatakan, bisa bertahan lima kursi itu bagus, karena yang lain rata-rata turun semua,” kata Madini.
Lima calon legislator terpilih DPRD Jember dari PPP adalah caleg petahana Susmiati (Daerah Pemilihan 2), Intan Permatasari (Daerah Pemilihan 3), Ahmad Ibnu Baqir (Daerah Pemilihan 4), Siti Baidaus Solehah (Daerah Pemilihan 6), dan caleg petahana sekaligus Ketua Gerakan Pemuda Ka’bah Jember Ikbal Wilda Fardana (Daerah Pemilihan 7).
Madini beterima kasih kepada para calon legislator PPP yang solid dan terus bergerak. “Alhamdulillah sebelum pemilu kami sempat turun ke bawah, mengumpulkan pengurus di tingkat desa dan kecamatan di tujuh daerah pemilihan. Kami juga diuntungkan, karena menjadi tuan rumah kampanye nasional menjelang hari tenang. Itu menambah semangat teman-teman. Lima kursi itu kerja keras para caleg dan kader,” katanya. [wir]






