Jember (beritajatim.com) – Partai Amanat Nasional (PAN) menyatakan telah kehilangan 5.250 suara pemilihan umum DPR RI di Kecamatan Sumberbaru, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dalam penghitungan suara ulang yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat.
Saksi sekaligus Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah PAN Jember Khaidir Windu Setiaji mengatakan, berdasarkan rekapitulasi awal, PAN sebenarnya mendapat 10.280 suara dukungan dalam pemilu DPR RI di Sumberbaru.
“Rekapitulasi di tingkat Kecamatan Sumberbaru ini menghasilkan ketetapan yang telah disepakati semua unsur panitia pemilihan kecamatan (PPK), panitia pengawas kecamatan (panwascam), dan perwakilan partai,” kata Khaidir, dalam siaran persnya, Selasa (5/3/2024).
Namun belakangan ada proses perhitungan ulang di Kecamatan Sumberbaru. Di sinilah kemudian lebih dari separuh suara yang diperoleh PAN saar rekap pertama berkurang. “Dokumen hasil perhitungan ulang belum ditandatangani oleh perwakilan partai,” kata Khaidir.
“Namun pada rapat pleno terbuka rekapitulasi Pemilu 2024, hasil dokumen yang tidak ditandatangani partai tersebut tetap dibacakan di forum Pleno di tingkat Kabupaten dengan alasan waktu yang terbatas,” kata Khaidir.
DPD PAN Jember pun keberatan dengan hal itu. “Kami meminta dilakukan perhitungan ulang untuk suara DPR-RI di Kecamatan Sumberbaru dengan cara menyandingkan form C-Hasil dan form D-Hasil Kecamatan DPR-RI,” kata Khaidir.
Hasil akhir penyandingan dokumen tersebut yang kemudian disepakati sebagai keputusan final yang ditandatangani dan disahkan oleh KPU Jember, Bawaslu Jember, dan saksi-saksi partai tingkat kabupaten.
DPD PAN Jember mengajak semua pihak yang terlibat, baik lembaga pemerintah, partai politik, maupun masyarakat sipil, untuk bergandengan tangan menjaga integritas proses demokratis. “Hanya dengan langkah-langkah yang tegas dan transparan, kita dapat memulihkan kepercayaan masyarakat pada sistem politik dan memastikan bahwa suara setiap pemilih dihormati dan dihitung dengan benar,” kata Khaidir.
PAN akan terus memantau perkembangan situasi ini. “Kami akan memberikan informasi lebih lanjut seiring berjalannya penyelidikan. Keadilan dan kebenaran harus menjadi landasan bagi sistem politik kita, dan kami berkomitmen untuk memastikan bahwa itu terwujud,” kata Khaidir. [wir]






