Mojokerto (beritajatim.com) – Sebuah mobil listrik Wuling nopol N 1112 TK menabrak petugas kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Mojokerto, Senin (26/2/2024). Korban Khoirul Anam (44) warga Kelurahan Blooto, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto tewas di lokasi kejadian.
Saat itu, sekira pukul 15.00 WIB, korban tenggah berkerja di Jalan Hayam Wuruk, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto sebelah Rumah Rakyat. Bekerja dengan lima rekannya, korban masuk siff 2 yang dimulai pukul 13.00 WIB sampai dengan 17.30 WIB.
Rute yang dilewati yakni Jalan Empunala, Pahlawan, Tugu Adipura, Tamansiswa, Hayam Wuruk, dan Jembatan Gajah Mada. Korban tengah mengambil sampah usai disapu, tiba-tiba dari arah belakang mobil listrik langsung menabrak korban.
Akibatnya kerasnya benturan menyebabkan suara keras sehingga membuat warga sekitar mendatangi lokasi kejadian. Saat dicek oleh warga, korban sudah tergeletak tepat di depan mobil listrik yang terhenti usai menghantam gapura Suronatan gang IV.
Petugas dari Unit Laka Satlantas Polres Mojokerto Kota datang ke lokasi. Usai dilakukan identifikasi, jenazah korban dievakuasi ambulance Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Mojokerto ke ruang jenazah RSU Dr Wahidin Sudiro Husodo Kota Mojokerto.
Sementara pengendara mobil listrik yang diduga merupakan seorang perempuan tersebut juga dievakuasi ke rumah sakit milik Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto. Kedua kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan lalu-lintas tersebut diamankan.
Salah satu rekan korban, Muhammad Nuril mengatakan, saat kejadian korban sedang membawa Vario nopol S 6343 SS dengan cara mendorong dari samping. “Saya dengar suara benturan keras itu kemudian saya lari ke arah mobil,” ungkapnya.
Ia melihat korban sudah tergeletak di depan mobil listrik yang menabrak gapura Suronatan gang IV. Ia tidak tahu pasti bagaimana korban tertabrak hingga tergeletak dan tewas di bawah mobil yang dikemudikan dr Deasy Alda Kusaldi.
“Posisi teman saya ini habis membereskan sampah kemudian jalan sambil mendorong motornya. Saya tahu, apakah ditabrak dari belakang atau bagaimana, saya kurang tahu. Biasanya setelah membereskan sampah, teman saya ini membuntuti saya dari belakang,” katanya.
Saat itu, ia tengah menyapu dan berada di jarak 50 meter di depan korban. Nuril menjelaskan, mobil tersebut berjalan dengan kecepatan tinggi dari arah barat menuju timur. Korban ditabrak dari arah belakang hingga mengakibatkan korban tewas di tempat kejadian.
”Setahu saya di dalam mobil ini satu orang perempuan, kayaknya pegawai negeri Sipil (PNS) karena pakai seragam. Kondisi teman saya ini memar-memar di bagian dada, meninggal dunia,” tegasnya. [tin/aje]







