Bojonegoro (beritajatim.com) – Dua titik bantaran sungai di Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro longsor usai hujan deras yang memicu banjir. Longsornya tebing bantaran sungai itu menyebabkan jalan desa dan rumah warga terdampak.
Tebing sungai yang longsor terjadi pada Minggu (18/2/2024) diketahui sekitar pukul 19.00 WIB di bantaran Sungai Bengawan Solo turut Desa Dengok RT 07 RW 02 Kecamatan Padangan. Akibat longsor tersebut, jalan desa tidak bisa dilalui.
“Panjang tebing yang longsor kurang lebih sepanjang 18 meter, lebar 6 meter, serta ketinggian sekitar 7 meter,” ujar Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro, Ardhian Orianto, Rabu (21/2/2024).
Ardhian menambahkan, jika jarak tebing yang longsor dengan rumah terdekat sekitar 3 meter, longsor juga merusak sebagian badan jalan lingkungan yang terbuat dari paving. Pihaknya mengaku sudah melakukan assessment terkait dampak yang ditimbulkan.
Pihak BPBD Bojonegoro mengaku sudah meneruskan hasil assessment ke Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, untuk menangani longsornya tebing sungai terpanjang di Pulau Jawa ini.
“Dampaknya, jalan desa yang terdampak longsor tidak bisa dilewati,” tambahnya.
Selain di Desa Dengok, tebing Sungai Prudung turut Desa Kebonagung Kecamatan Padangan juga mengalami hal yang sama. Satu rumah milik Jono (58) Desa Kebonagung RT 01 RW 01 Kecamatan Padangan Kabupaten Bojonegoro terdampak dibagian pondasi belakang.
“Longsor tebing sungai Prudung Desa Kebonagung ini terjadi Minggu (18/2/2024) sekitar pukul 20.00 WIB setelah terjadi hujan lebat dan banjir,” tambah Kapolsek Padangan Kompol Hufron Nurrochim. [lus/beq]






