Bojonegoro (beritajatim.com) – Kepala Desa (Kades) Ngunut Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro Suwarno mengaku mengingatkan kepada perangkat desanya melalui percakapan grup WhatsApp agar membantu salah satu peserta pemilu dari Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil IX Bojonegoro-Tuban.
“Ini kan waktunya pemilihan, yang jelas sudah dekat pencoblosan kok tidak ada informasi soal mantan Bupati Bojonegoro. Sifatnya saya hanya mengingatkan dibantu, tapi kalau gak mau ya tidak apa-apa,” ujarnya, Senin (12/2/2024).
Kades yang dilantik pada September 2019 itu mengaku, malu jika dalam pencalonan mantan Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah sebagai Calon Legislatif (Caleg) DPR RI Dapil IX Bojonegoro-Tuban itu tidak menang di desanya. Apalagi, kata dia, selama menjabat sebagai bupati, sudah memberikan insentif kepada para RT dan RW.
“Dulu pimpinanku, kalau sekarang tidak ada yang membantu, ndahneo isinku (betapa malunya). Sifatnya saya hanya mengingatkan. Tapi kalau tidak mau melakukan ya gakpapa,” terangnya.
Suwarno mengaku juga tahu bahwa apa yang dilakukan itu melanggar aturan. Namun, permintaan memilih salah satu calon legislatif itu hanya diperuntukkan bagi RT di desanya melalui pesan grup WhatsApp. Makanya, ia merasa dipecundangi dengan beredarnya percakapan di grup RT itu.
“Itu dikirim melalui grup RT. Makanya kok sampai ada yang membuat gaduh di luar,” sesalnya.
Sekadar diketahui, di Desa Ngunut sendiri terdapat 23 RT di 3 Dusun, yakni Dusun Sumberwuluh, Dusun Ngunut, dan Dusun Grogolan. Total jumlah pemilih dalam pemilihan umum (Pemilu) 2024 di Desa Ngunut sendiri ada sekitar 3.400 orang.
Berikut isi chat dari Kepala Desa Ngunut Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, Suwarno yang memberikan dukungan kepada peserta Pemilu 2024 dari Calon Legislatif (Caleg) Dapil IX Bojonegoro-Tuban yang diterima oleh jurnalis beritajatim.com;
“Mohon dengan hormat kususnya lembaga desa Mulai dari pak rw pak rt pak bpd dan semuanya prangkat saya menginformasikan terkait pelpres dan saya hanya sekedar mengingatkan terkait mantan bupati anna muawanah belionya ikut menyalonkan anggota DPRI pusat dan saya sekedar mengingatkan bu anna tidak ada kompirmasi dengan saya .dan saya minta tulung belionya di bantu. Bahasa ngelengno. moso di ushakno insentif moso podo ora ileng. Monggo sedoyo mawon bu anna di bantu njih suwun”. [lus/but]






