Banyuwangi (beritajatim.com) – Sebuah film yang mengangkat tema sejarah tragis di Banyuwangi tahun 1965 berhasil rilis bulan ini. Film itu berjudul Kupu-kupu Kertas garapan Emil Heraldi.
Banyuwangi juga sebagai tempat gala premier film yang dibintangi oleh Amanda Manoppo, Chicco Kurniawan, hingga Reza Arap ini.
Film Kupu-Kupu Kertas adalah sebuah drama cerita sejarah yang dibalut dengan kisah percintaan. Ceritanya, berasal dari kisah sepasang kekasih yang diperankan oleh Amanda Manopo alias Ning dan Chicco Kurniawan sebagai Ihsan.
“Film ini ingin menghidupkan lagi kisah tentang sejarah penting di masa lalu, namun dikemas dalam drama agar bisa dinikmati oleh anak- anak sekarang,” ujar Sutradara Film Kupu-kupu Kertas, Emil Heraldi.
Dua pemeran dalam film ini memiliki latar belakang keluarga berbeda. Ihsan adalah seorang anak dari keluarga Nahdlatul Ulama (NU) , sedangkan Ning merupakan keluarga dari pengikut PKI.
Kisahnya, berbaur bersama konflik antara kelompok NU dan PKI di Banyuwangi pada masa itu. Di mana, terjadi peristiwa tragis yang pecah sekitar 1965 silam.
“Di Banyuwangi terjadi peristiwa yang cukup keras pertentangannya, polarisasinya di masa itu (pemberontakan PKI 1965). Makanya kami angkat peristiwa Banyuwangi sebagai latar di film ini,” ujar Emil Heraldi.
Ya, saat itu di Banyuwangi memang terjadi tragedi berdarah. Yakni, ada 62 pemuda Gerakan Pemuda (GP) Ansor dibunuh sadis oleh PKI pada (18/10/1965) silam.
Menurut sejarah, jasadnya para korban kemudian dibuang pada sebuah lubang di Desa Cemetuk, Kecamatan Cluring. Saat ini lokasi tersebut dibangun Monumen Lubang Buaya.
“Kami ingin generasi sekarang bisa mengenal sejarah bangsa ini. Kita jadikan pelajaran, jangan sampai bangsa ini terpolarisasi tajam,” kata Emil. [rin/beq]






