Tuban (beritajatim.com) – Ratusan buruh yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Metal (FSPMI) Kabupaten Tuban kembali menggelar aksi demo buntut persoalan dengan PT Delta Indratama Orion (DIO) di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tuban.Kamis (01/02/2024).
Diketahui, massa buruh ini datang dari Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, ke arah Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo dan ke timur menuju Kota Tuban dengan mengendarai motor sambil berorasi.
Dalam orasinya, mereka menuntut PT DIO untuk segera melunasi upah para eks pekerja, namun sesampainya di Desa Socorejo, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban tepatnya di depan Balai Desa beberapa massa buruh sempat dihalangi oleh orang yang tidak dikenal dan sempat terlibat adu mulut.
Menurut Ketua FSPMI Cabang Tuban, Duraji memang membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, massa buruh tidak menggubris dan tetap melanjutkan perjalanan ke kota Tuban demi memperjuangkan hak atau nasib eks pekerja PT DIO yang belum dibayarkan.
“Kami melewati jalan-jalan yang sudah ditetapkan oleh Undang-undang, dalam taraf itu kita tidak ada yang melanggar, kami juga dikawal oleh Kepolisian dan memang benar ada yang menghadang kami saat melewati jalur Pantura,” terang Duraji.
Pihaknya tidak tahu dari mana asal segerombolan orang yang tidak dikenal tersebut yang ingin mencoba menghentikan aksi ini. “Untung saja, teman-teman tidak terprovokasi dan langsung melanjutkan perjalanan,” imbuhnya.
Sementara itu, persoalan dengan PT DIO ini baru membayar gaji eks karyawannya sebesar Rp 800 ribu per orang. Kata Duraji, seharusnya per karyawan mendapatkan hak upah kurang lebih sebesar Rp 2.7 juta.
“Atas dasar tersebut, kami meminta keadilan kepada Pemkab Tuban, untuk mendesak PT DIO membayarkan hak mereka, kemarin sudah dibayar kompensasi itu Rp800 ribu, namun masih kurang Rp1.9 juta sekian,” tutup Duraji. [ayu/ian]






