Surabaya (beritajatim.com) – Angka kecelakaan tingkat pelajar di Jawa Timur tercatat tertinggi Sepulau Jawa. Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Jasa Raharja, Rivan Achmad Purwantono di sela acara sosialisasi program Diseminasi Model Integrasi Pendidikan Lalu Lintas (PPL) bersama guru se Jawa Timur.
Dijelaskan Rivan, masih tingginya angka kecelakaan pada pelajar menjadi tanggungjawab bersama. Untuk itu, salah satu bentuk tanggungjawab dari pihaknya adalah dengan mengedukasi masyarakat.
“Korban kecelakaan di kalangan pelajar sampai 34 persen dari total jumlah kecelakaan yang ada. Maka betapa pentingnya mengedukasi tenaga pendidik ini,” ujarnya.
Direktur Keamanan dan Keselamatan Korlantas Polri, Brigjen Pol Bakharuddin Muhammad Syah menjelaskan, setiap tahunnya angka kecelakaan yang melibatkan Gen Z atau pelajar selalu menempati posisi tertinggi. Tahun 2022 misalnya, tercatat sebanyak 137.000 kasus kecelakaan yang melibatkan 150.455 korban dengan persentase kematian sebanyak 70 persen.
“Untuk kasus kecelakaan lalu lintas tertinggi terjadi pada usia 15 tahun hingga 19 tahun,” terang Bakharuddin.
Dijelaskan Bakharuddin, Polri menangani 7.180 kecelakaan lalu lintas di seluruh Indonesia sejak 1 hingga 21 Agustus 2023. Data itu didapat dari IRSMS Korlantas Polri yang diakses pada Selasa 22 Agustus 2023 pukul 12.00 WIB. Kecelakaan mengakibatkan 782 orang meninggal, 9.053 orang luka ringan dan 779 orang luka berat.
Sebanyak 42.080 orang terlibat sebagai pengemudi saat kecelakaan. “Mirisnya, sebanyak 6.004 pengemudi masih berusia di bawah 17 tahun, atau kurang lebih 14,3 persen dari jumlah tersebut,” terang Bakharuddin.
Melalui kegiatan ini, Bakharuddin berharap dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya. “Edukasi ini merupakan wujud nyata kepedulian kita bersama kepada masyarakat, khususnya terhadap anak-anak. Sehingga diharapkan nantinya tertanam sikap disiplin sejak usia dini dan kelak dewasa nanti menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas bagi orang di sekitarnya,” harap Bakharuddin.
Direktur Hubungan Kelembagaan (HK) PT Jasa Raharja, Munadi Herlambang menjelaskan, latar belakang kegiatan diseminasi ini dimaksudkan untuk mengedukasi para siswa mengenai etika berlalulintas. Oleh karenanya, kegiatan ini mengundang para guru di Kota Surabaya yang merupakan teladan para siswa di sekolah. Diharapkan para guru dapat memberikan pemahaman kepada para siswa mereka di sekolah mengenai pentingnya perilaku tertib berlalulintas.
“Nantinya, para guru dapat memberikan materi tertib berlalulintas kepada para siswa di masing-masing sekolah melalui mata pelajaran Pancasila dalam kurikulum baru. Dengan begitu, kami berharap para siswa dapat memahami materi pelajaran tersebut, sehingga timbul kesadaran tertib berlalulintas di jalan raya,” kata Munadi.
Ketika kesadaran tertib berlalulintas tumbuh, Munadi optimistis angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya akan menurun. Pada saat yang sama, Munadi berharap kegiatan ini dapat memperkenalkan tata cara serta prosedur pengajuan santunan Jasa Raharja melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL).
“Bagaimana prosedur pengajuan santunan Jasa Raharja juga menjadi bagian dari materi yang kita ingin sampaikan pada kegiatan ini. Harapannya, masyarakat dapat mengetahui bagaimana teknis dan prosedur pengajuannya,” tutur Munadi.
Dikatakan Munadi, edukasi ini penting untuk menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas agar situasi dan kondisi penggunaan lalu lintas dirasa baik dengan atau tanpa kendaraan.
“Ketika tercipta suasana berlalulintas yang baik dan benar, maka masyarakat di jalan raya akan merasa aman karena terbebas dari rasa ketakutan, adanya ancaman hambatan maupun gangguan saat berkendara,” tutur Munadi.
Menurut Munadi, pemahaman mengenai tertib berlalulintas harus ditanamkan sedini mungkin. Sebab, ketika pemahaman tersebut sudah terpatri dalam jiwa para siswa, maka hal itu akan tertanam selamanya dan akan mereka praktikkan ketika berkendara di jalan raya nantinya.
“Kami ingin ketertiban berlalulintas menjadi kesadaran kita bersama. Untuk menciptakan hal itu, maka harus dimulai sedini mungkin. Kita harus mulai menanamkan kesadaran tersebut kepada para siswa mulai dari tingkat SD hingga SMA,” tutur Munadi.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (Jatim) Aries Agung Paewai mengucapkan terima kasih kepada HK PT Jasa Raharja atas penyelenggaraan Diseminasi Model Integrasi Pendidikan Lalu Lintas (PPL) untuk para guru, mulai tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA/SMK ini. Ia berharap materi pendidikan keselamatan lalu lintas dapat diimplementasikan dengan baik di sekolah-sekolah.
“Implementasi materi keselamatan lalu lintas ini menjadi pedoman bagi kita bersama untuk diajarkan di sekolah-sekolah, sehingga keamanan dan kenyamanan berkendara di jalan raya dapat tercipta,” harap Aries.
Aries optimistis kegiatan ini dapat menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya, khususnya yang melibatkan remaja. Oleh karenanya, Aries berharap para guru dapat menerjemahkan materi yang telah didapat dalam diseminasi ini di sekolah masing-masing. [uci/but]






