Bojonegoro (beritajatim.com) – Lima kecamatan di Kabupaten Bojonegoro akan dialiri air bersih dari Waduk Gongseng di Desa Kedungsumbar, Kecamatan Temayang. Saat ini, Instalasi Pengolahan Air (IPA) tengah dibangun dan ditargetkan selesai pada 2026.
Pembangunan IPA untuk kebutuhan masyarakat itu berfokus pada tahap pembangunan Water Treatment Plant (WTP), Jaringan Distribusi Utama (JDU), dan Jaringan Distribusi Pembagi (JDP). Setelah itu, akan dilanjutkan dengan pemasangan sambungan distribusi air ke masyarakat atau sambungan rumah (SR).
Sementara, untuk pembangunan intake dan pipa transmisi air baku dari Waduk Gongseng ke Water Treatment Plant (WTP) dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo. Proses pengerjaan saat ini sudah selesai dan masuk tahap pemeliharaan.
Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Buana Kabupaten Bojonegoro Khairul Anwar mengatakan, pemanfaatan Waduk Gongseng itu nantinya akan dimanfaatkan untuk warga di lima kecamatan, yakni Kecamatan Temayang, Sukoswu, Sugihwaras, Kedungadem, dan Kecamatan Kepohbaru.
Menurutnya, mulai awal 2024 ini pekerjaan sudah bergeser ke pembangunan Water Treatment Plant (WTP) dan jaringan pendampingnya. “Itu sudah dari APBD Bojonegoro. Nanti dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK) Kabupaten Bojonegoro yang merencanakan,” kata Khairul Anwar, Rabu (31/1/2024).
Khairul Anwar menambahkan bahwa pembangunan intake dan pipa transmisi air baku Waduk Gongseng dibangun dari Waduk Gongseng ke WTP Jono, Kecamatan Temayang dan WTP Wedoro, Kecamatan Sugihwaras.
Nantinya, WTP Jono diperuntukkan bagi pelanggan di Kecamatan Temayang dan Sukosewu. Sedangkan WPT Wedoro diperuntukkan bagi pelanggan di Kecamatan Sugihwaras, Kedungadem, dan direncanakan tambahan Kecamatan Kepohbaru.
“Dari 300 liter per detik, nanti bisa dipakai sekitar 25 ribu sambungan rumah (SR) di lima kecamatan. Tapi untuk pelaksanaannya InshaAllah sampai tahun 2026. Tidak dalam satu tahun tapi dibagi dalam tiga tahun,” kata Khairul Anwar
Khairul Anwar juga menyampaikan bahwa biaya sambungan bagi 25 ribu sambungan rumah (SR) atau pelanggan baru tersebut nantinya pembiayaannya akan ditanggung oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro, melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Cipta Karya (PKPCK).
“Jadi pembiayaan dari BBWS Bengawan Solo itu dari intake ke WTP. Untuk WTP sampai SR itu daerah (Pemkab Bojonegoro). Untuk 25 ribu SR dan WTP itu anggaran sekitar Rp300 miliar. Jadi masyarakat yang menerima sambungan ini semua sudah tidak ada biaya atau gratis,” ungkapnya.
Sementara Kepala Satuan Kerja Non Vertikal Tertentu (SNVT) Air Tanah dan Air Baku ( ATAB) BBWS Bengawan Solo, Nely Mulyaningsih menyampaikan bahwa pekerjaan penyaluran air bersih yang dilakukan oleh BBWS Bengawan Solo yaitu pekerjaan pembangunan intake dan pembangunan jaringan transmisi air baku dari Waduk Gongseng.
“Pekerjaan tersebut sudah selesai dan saat ini sedang tahap atau masa pemeliharaan,” kata Nely Mulyaningsih.
Sementara terkait pekerjaan jaringan distribusi utama (JDU) dan jaringan distribusi pembagi (JDP) bukan merupakan jenis pekerjaan yang menjadi wewenang BBWS Bengawan Solo. “Merupakan pekerjaan unit distribusi yang merupakan kewenangan pemerintah daerah,” katanya.
Sekadar diketahui, Waduk Gongseng ini menghasilkan air baku dengan debit 300 liter per detik dan memiliki potensi untuk pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) sebesar 0,7 mega watt.
Waduk Gongseng ini memiliki kapasitas penampungan air total sebanyak 22,43 juta meter kubik, dengan tampungan efektif sebesar 14,75 juta meter kubik, dan bisa mengairi keperluan irigasi seluas 6.191 hektare.
Waduk ini nantinya akan memberikan layanan daerah irigasi Waduk Pacal untuk enam kecamatan, yaitu Kecamatan Sukosewu, Kanor, Balen, Kepohbaru, Baureno dan daerah irigasi baru di tiga kecamatan yaitu Sugihwaras, Temayang, dan Kedungadem, dengan total lahan seluas 6.191 hektare. Selain itu juga berfungsi sebagai reduksi banjir hingga 133,27 meter kubik per detik. [lus/beq]






