Tulungagung (beritajatim.com) – Siswi sekolah menengah kejuruan (SMK) Tulungagung korban penyebaran video syur kini mengundrkan diri dari sekoah.
Orang tua korban melayangkan surat pernyataan pengunduran diri itu kepada pihak sekolah karena beberapa alasan.
Hal ini karena sang siswi mengalami trauma berat usai puluhan video syur dan foto bugilnya tersebar hingga orangtuanya mengetahuinya.
Hingga akhirya orang tuanya pun melaporkan kejadian video yang mirip anaknya tersebut kepada kantor polisi. Kasusnya kini masih diselidiki oleh Unit PPA Satreskrim Polres Tulungagung.
Meski sudah diproses oleh pihak kepolisian, tidak lantas membuat traumatik korban hilang. Siswi SMK masih mengalami trauma mendalam dan butuh pendampingan konseling lebih lanjut.
Kondisi ini enjadi perhatian berbagai pihak, terutama Dinas Pendidikan Jawa Timur. Sebagaimana disampaikan oleh Kepala Dsdik Jatim Aries Agung Paewai prlu adanya pendampingan khusus kepada korban.
Hal itu agar korban yang masih berstatus sebagai siswi sekolah menengah tersebut tetap bisa bersekolah dengan program khusus.
“Kami menggandeng KPA untuk mendampingi siswi pulih kembali dari sisi mentalnya. Hal ini kami lakukan agar yang bersangkutan tidak trauma berkepanjangan,” ungkap Aries.
Sementara itu, proses hukum masih berjalan. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Tulungagung masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut. (ian)






