Blitar (beritajatim.com) – Proyek jembatan Dawuhan senilai Rp7,4 miliar yang berada di Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar sudah molor selama 1 bulan lebih. Proyek yang awalnya ditargetkan selesai pada tanggal 22 Desember 2023 lalu itu, hingga kini pembangunannya baru mencapai 70 persen saja.
Pihak kontraktor sendiri telah melayangkan pengajuan penambahan waktu pengerjaan hingga 10 Februari 2024 mendatang. Hal ini dilakukan agar jembatan yang menghabiskan dana Rp7,4 miliar itu bisa terbangun.
Melihat kondisi tersebut, Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Ivong Bettryanto angkat bicara. Menurut Ivong, meski mengalami keterlambatan selama 1 bulan lebih namun jembatan Dawuhan tetap bakal selesai terbangun.
“Progresnya hingga saat ini sekitar 70 persen saya belum dapat updatenya. kendala utama geografis itu aja,” ucap Ivong, Jumat (26/1/2024).
Ivong menjelaskan ada beberapa kendala yang membuat pembangunan jembatan Dawuhan lambat. Kendala utamanya adalah letak geografis dari sungai yang akan dibangun jembatan.
Lokasinya memang sedikit curam dan berada di sekitar pemukiman penduduk. Sehingga kontraktor kesulitan untuk menurunkan baja atau rangka jembatan.
Selain itu ada faktor lain yakni cuaca. Datangnya musim hujan, membuat pembangunan jembatan senilai Rp7,4 miliar ini terhambat, para pekerja terpaksa berhenti ketika hujan turun dan debit air sungai meningkat.
“Hujan tentu sangat berpengaruh, kita doakan semoga bisa selesai tepat waktu,” tegasnya.
Ditanya soal kemungkinan terburuk yakni pembangunan jembatan tidak selesai, Ivong memilih bungkam. Ia tidak mau berkomentar soal kemungkinan terburuk dan pengembalian sisa anggaran jika proyek tidak selesai. [owi/beq]






