Bangkalan (beritajatim.com) – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangkalan kembali mendapat anggaran pengadaan penerangan jalan umum (PJU) sebanyak Rp190 juta untuk dua paket pengadaan. Namun, anggaran tersebut dinilai belum cukup untuk pemerataan PJU di wilayah tersebut.
Anggota Komisi A DPRD Bangkalan Mahmudi mengatakan, keberadaan PJU di Bangkalan masih belum merata. Hal ini terlihat dari banyaknya titik-titik yang masih gelap di malam hari.
“Anggaran ratusan juta selalu digelontorkan, tapi keberadaan PJU masih belum merata. Ini menunjukkan bahwa anggaran tersebut belum cukup,” kata Mahmudi, Selasa (23/1/2024).
Mahmudi mendorong Dishub Bangkalan untuk mencari sumber pendanaan lainnya untuk pengadaan PJU. Misalnya, dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi, ataupun corporate social responsibility (CSR) perusahaan yang ada di Bangkalan.
Selain itu, Mahmudi juga menyoroti minimnya perawatan PJU di Bangkalan. Ia kerap melihat lampu PJU hidup siang hari, sementara di malam hari justru mati.
“Saya tidak ingin melihat lampu PJU minim perawatan. Jika malam mati, sedangkan siang hidup,” tegasnya.
Terpisah, Kabid Prasarana Dishub Bangkalan Nazrul Fauzi menjelaskan, dua paket kegiatan pengadaan PJU tersebut berasal dari pokok pikiran (pokir) anggota dewan.
“Dua paket kegiatan pengadaan PJU tersebut berasal dari pokok pikiran (pokir) anggota dewan. Yang akan dipasang di dua titik berbeda. Yakni, di perbatasan antara Kecamatan Arosbaya dan Klampis. Sedangkan yang kedua akan dipasang di Kecamatan Sepulu,” kata Nazrul.
Nazrul mengatakan, setiap titik akan dipasang 5-6 tiang PJU baru. Satu lokasi anggaran yang digelontorkan sekitar Rp95 juta. Sedangkan pengadaannya dilakukan melalui e-katalog.
“Karena anggarannya kecil, jadi hanya cukup untuk pengadaan lima hingga enam lampu. Biasanya, satu panel 10-15 tiang,” tandasnya. [sar/beq]






