Kediri (beritajatim.com) – Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri menyatakan, calon haji yang telah lunas Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) 1445 H/2024 M baru 27 orang dari total 256 jemaah berhak lunas.
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kantor Kemenag Kota Kediri, Tjitjik Rahmawati menuturkan, minimnya jumlah pelunasan Bipih karena jemaah harus menjalani pemeriksaan kesehatan dan memenuhi syarat istito’ah terlebih dahulu.
“Insya Allah (belum bisa lunas) karena istito’ah belum keluar. Karena step by step,” kata Tjitjik Rahmawati kepada beritajatim.com, Selasa (23/1/2024).
Tjitjik menjelaskan soal alur cek kesehatan tersebut. Pertama, calon jemaah haji harus ke labkesda lebih dulu, lalu datang ke RS Kilisuci dan kembali ke labkesda untuk ambil hasil tes.
Setelah itu, calon jemaah haji ke puskesmas sesuai domisili. Selang itu, menunggu surat istito’ah kesehatan.
Tjitjik memastikan tes kesehatan calon jemaah haji tahun ini tidak ada perbedaan dari tahun sebelumnya. Tetapi untuk lebih rincinya, menjadi wewenang dari Dinas Kesehatan.
Kemenag Kota Kediri membuka layanan pelunasan Bipih mulai 10 Januari 2024 lalu hingga 7 Februari 204 mendatang. Pihaknya berharap seluruh jemaah bisa segera melakukan pelunasan.
Data Kemenag Kota Kediri jumlah calon jemaah haji tahun 2024 ini sebanyak 256 orang. Sementara tahun 2023 sebanyak 329 orang.
Jumlah calon jemaah haji tahun ini masih bisa bertambah. Pasalnya, belum termasuk jemaah cadangan. Untuk kuota jemaah cadangan, Kemenag Kota Kediri masih menunggu update data dari Kemenag pusat. [nm/beq]






