Malang (beritajatim.com) – Melalui Industrial Engineering Expo (IEE), Prodi Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) memamerkan karya mahasiswa angkatan 2020 dan 2021. Acara ini menarik banyak perhatian karena berbagai inovasi teknologi yang mampu memudahkan kegiatan sehari-hari.
Ketua pelaksana IEE Amelia Khoidir, S.T., M.Sc menyampaikan bahwa pameran yang bertajuk Exploring Integrated System Design and Product Development ini sudah jadi agenda tahunan untuk mewadahi karya mahasiswa. Tahun ini, Teknik Industri mengadakan dua pameran, yaitu pengembangan produk angkatan 2021 dan pameran perancangan sistem terpadu untuk angkatan 2020 yang baru diadakan di tahun ini.
“Tujuan utamanya untuk ajang promosi capaian mahasiswa dalam menerapkan pengetahuan teknik industri mereka dengan proyek nyata. Jadi tidak bukan memahami teori, memalainkan para mahasiswa didorong untuk menerapkan teori menjadi produk atau inovasi alat,” ungkal Amelia.
IEE diadakan pada 18 Januari 2024 lalu dengan penekanan pada inovasi mahasiswa berkaitan Internet of Things (IoT) dan pengurangan limbah atau sampah. Karya yang dipamerkan mahasiswa juga mengacu pada dua hal tersebut.
“Pameran ini menampilkan produk unik seperti boneka yang bisa merespon pembicaraan, sarung tangan penerjemah bahasa isyarat, alat pendeteksi kebakaran hutan, dan lainnya. Total, karya yang diperlihatkan di pameran ini berjumlah 50, 20 karya dari angkatan 2021 dan 30 karya dari angkatan 2020,” lanjut Amelia.
Salah satu karya menarik perhatian bernama Tech-Smart Gloves. Sarung tangan penerjemah bahasa isyarat garapan Yoga Adiwinata Prayitno dan rekan setimnya itu berhasil mencuri perhatian khalayak ramai. Sarung tangan tersebut digerakkan membentuk bahasa isyarat secara otomatis. Bahkan bisa menerjemahkan bahasa isyarat dan mengubahnya jadi audio.
Yoga menuturkan bahwa sarung tangan buatannya dilengkapi Arduino Flex Sensor yang dipasang di jari sarung tangan. Sensor itu mampu mendeteksi perubahan pergerakan jari dan mengubahnya menjadi audio sehingga ketika digunakan mampu menerjemahkan ke suara.
“Saat digunakan oleh teman tunarungu, sensor ini membaca gerakan bahasa isyarat dan menerjemahkannya menjadi audio. Dengan Begitu, teman yang lain dapat mengetahui arti dari bahasa isyarat tersebut sekalipun tidak mengerti bahasa isyarat,” kata Yoga.
Tidak hanya produk jadi, tetapi pameran ini juga memperlihatkan kolaborasi antara mahasiswa dengan UMKM. Produknya berupa ide dari permasalahan yang dihadapi oleh UMKM. Jika usulan ide yang akan dibuat mendapatkan pendanaan dan persetujuan maka ide tersebut dikembangkan menjadi produk jadi.
Ketua Program Studi teknik Industri, Ir. Shanty Kusuma Dewi ST., MT. IPM merasa dirinya sangat bersyukur atas terselenggaranya pameran mahasiswa ini. Ia berpesan agar karya yang dibuat mahasiswa ini tak berhenti hanya untuk melunaskan tugas mata kuliah saja. “Semoga ini tidak hanya dibuat untuk mata kuliah saja, tetapi juga bisa digunakan untuk perlombaan atau bahkan dipatenkan agar bermanfaat bagi banyak orang,” kara Shanty. (dan/kun)






