Surabaya (beritajatim.com) – Jaringan Arek Ksatria Airlangga (JAKA), kelompok relawan pendukung Capres-Cawapres Ganjar Pranowo-Moh Mahfud MD, membagikan mawar putih di Surabaya. Kegiatan ini dinilai sebagai wujud meningkatnya partisipasi aktif masyarakat dalam demokrasi substansial sekaligus upaya merawat tradisi voluntaristik dalam politik.
“Relawan JAKA mentransformasi nilai-nilai politis yang bernuansa patrimonial dan oligarkis menjadi voluntarisme dan partisipatoris,” jelas Andri, pengamat politik dari Universitas Airlangga, Sabtu (20/1/2024).
Sebagai relawan sosial dan politik, kata Andri, relawan JAKA yang bergerak secara offline dan online, kehadirannya sangat positif berkontribusi terhadap pembangunan model demokrasi ekstra parlementer.
“Partisipasi publik sekarang ini oleh relawan JAKA diharapkan dapat memunculkan kembali kekuatan-kekuatan sosial non partai, yang selama ini tergerus oleh dominasi kaum oligarki dan arus utama partai politik,” ujar Andri.
Andri menambahkan, relawan JAKA dalam konteks sekarang tidak dapat dikategorikan sebagai partisipasi yang dimobilisasi. Sebab partisipasi yang lahir di relawan JAKA adalah partisipatif sukarela, baik melalui aksi jalanan atau offline dan online.
“Aksi simpatik relawan JAKA dengan membagikan mawar putih dijalanan di Surabaya menunjukkan keprihatinan dari kondisi politik demokrasi saat ini yang mati suri, dengan dinodainya pengkhianatan konstitusi,” kata Andri.

Mawar putih dalam konteks ini, lanjut Andri, bisa dimaknai sebagai lambang perpisahan kepada pimpinan yang tidak lagi memakai langkah demokratis dan menghalalkan segala cara dalam ambisi merebut kekuasaan. Mawar putih yang dibagikan ini juga menjadi pesan kepada masyarakat atas kerinduan mewujudkan demokrasi dan keadilan yang sudah diperjuangkan besama sejak reformasi 1998.
“Aksi simpatik tersebut bagi JAKA tentunya berharap besar dukungan masyarakat, bersama-sama merespons terhadap ketidakadilan sosial dan otoritarianisme negara. Gerakan JAKA ini bisa menjadi contoh baik untuk kelompok relawan sosial dan politik dapat menjadi tulang punggung gerakan sosial dan pemberdayaan masyarakat,” pungkas Andri. [tok/beq]






