Surabaya (beritajatim.com) – Berada di puncak klasemen sementara Grup Y babak 12 besar Liga 2 pasca menaklukkan Persela, tak membuat Deltras FC jumawa. Pasalnya, menurut Pelatih Deltras FC, Widodo Cahyono Putro, masih banyak bahan evaluasi yang harus dibenahi.
Salah satunya adalah mengantisipasi akumulasi kartu saat pertandingan. Karena saat melawan Persela, pemain Deltras banyak mendapatkan kartu.
“Tentunya ada perbaikan yang harus dilakukan, contohnya akumulasi kartu dimana kita dapat kartu kuning dan merah. Dan ini menjadi evaluasi kami, dimana tekanan permainan yang tinggi, pemain harusbisa menyikapi permainan dengan mengontrol emosi,” ungkap Widodo.
Namun dibalik evaluasi, Widodo bersyukur bisa meraih modal awal untuk pertandingan berikutnya. Hal itu, lanjutnya, tidak terlepas dari kerja keras pemain. “Kita akhirnya bisa mempertahankan skor 1-0. Kemenangan ini patut disyukuri. Selain itu tentu ke depan tetap ada perbaikan-perbaikan di sejumlah lini. Salah satunya mengenai akumulasi dan ini menjadi evaluasi kita,” imbuh Widodo.
Kemenangan ini juga menjadi kado perpisahan yang manis bagi Detras dengan Stadion Gelora Delta Sidoarjo. Pasalnya, laga tersebut merupakan laga terakhir Deltras bermain di Stadion GDS sebelum direnovasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sesuai standar FIFA.
Saat ini Deltras masih menyisakan satu pertandingan kandang pada babak 12 besar. Mereka akan menghadapi FC Bekasi City pada Minggu (28/1/2024) sore. Rencananya Manajemen Deltras akan menggunakan Stadion di Blitar. (way/kun)






