Ngawi (beritajatim.com) – Mengalami panas tinggi dan kehilangan nafsu makan,10 anak di Ngawi ternyata terjangkit demam berdarah dengue (DBD). Mereka pun harus menjalani perawatan di RSUD dr Soeroto Ngawi dalam sepekan ini.
Diduga, nyamuk Aedes aegypti berkembang biak di sekolah. 10 anak itu mayoritas warga Kelurahan Margomulyo Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi.
Warti, salah seorang nenek dari pasien anak mengatakan, saat pulang sekolah cucunya sudah demam.
“Pulang sekolah panas terus sembuh. Kemudian masuk sekolah lagi terus panas kami bawa ke puskesmas hingga akhirnya ke rumah sakit karena ternyata DBD,” kata Warti, Rabu (17/1/2024)
Pun, kawasan kelurahan Margomulyo sudah dilakukan fogging untuk mengurangi penyebaran nyamuk dewasa. “Sudah difogging. Ada anak yang kena DBD gitu,” kata Nila Kusuma Wardani.
Lurah Margomulyo Fajar Hermawan Sutanto mengatakan, di wilayahnya ada 10 orang yang terjangkit DBD.
“Memang betul. Mayoritas anak SD. Gejalanya tidak terlalu parah. Kami galakkan PSN agar dilaksanakan masyarakat. Foggingnya sudah ada,” kata Fajar. [fiq/beq]






