Surabaya (beritajatim.com) – Caleg (Calon legislatif) DPRD Surabaya Dapil 3, Reksaningsih mengajak masyarakat memperhatikan pola asupan makan, gizi, kebersihan lingkungan, dan usia menikah. Hal itu untuk mengantisipasi peningkatan kasus stunting di kota pahlawan.
“Banyak faktor penyebab stunting muncul. Edukasi ke masyarakat penting terus dilakukan agar paham dan bisa diantisipasi sejak awal,” kata Reksaningsih saat pertemuan dengan emak-emak PKK Rungkut Tengah, Sabtu (13/1/2024).
Ketua PAC PDIP Gunung Anyar ini menyebut untuk menekan kasus stunting di kota pahlawan perlu mendapat perhatian dari semua kalangan. Persoalan tersebut tidak semata menjadi tanggungjawab pemerintah, namun perlu adanya dukungan dan partisipasi nyata dari masyarakat.
“Perlu ada partisipasi atau gotong-royong dari masyarakat untuk pencegahan dan penanganan stunting. Bentuk partisipasinya bermacam-macam,” ujar dia.
Menurut Reksa, persoalan stunting itu lebih banyak menimpa warga masyarakat atau keluarga yang masih dibawah garis kemiskinan. Surabaya juga berinovasi dalam hal pemenuhan gizi stunting dengan memasifkan penanaman tanaman pangan alternatif.
Selain itu, dari sisi pendataan, Pemkot Surabaya turut mengandalkan gotong royong warga Surabaya, salah satunya melalui aplikasi ‘Sayang Warga’.
Melalui aplikasi tersebut para kader kesehatan, RT/RW, dan warga bisa mendata serta melaporkan kondisi balita di sekitarnya. “Lewat ini ini kita bisa memantau kondisi balita disekitar, ayo kita mulai peduli kepada sekitar,” ujar dia.
Selain melakukan edukasi stunting, Caleg nomor urut dua ini, juga melakukan sosialisasi tentang bentuk surat suara, dan bagaimana cara mencoblos yang benar, kepada emak-emak.
Selain mensosialisasi surat suara, ia juga memperkenalkan program partai. “Kami siap menyerap aspirasi masyarakat berkaitan keluhan yang ada di masyarakat seperti masalah stunting,” pungkas dia. [asg/suf]






