Surabaya (beritajatim.com) – Keluarga pasien mengeluhkan pelayanan Puskesmas Tragah, Kabupaten Bangkalan. Sebab, selama menjalani perawatan, pasien tidak mendapat jatah makan.
Keluhan tersebut disampaikan oleh AV, keluarga dari pasien bernama Samiati (60). Samiati menjalani perawatan di Puskesmas Tragah sejak 1 Januari 2024. Namun, sejak hari pertama dirawat, Samiati tidak pernah mendapatkan jatah makan.
“Saya sangat kecewa dengan pelayanan Puskesmas Tragah. Padahal, di tembok puskesmas terpampang jadwal makan pasien,” kata AV, Kamis (11/1/2024).
Mendengar keluhan tersebut, Ketua Komisi D DPRD Bangkalan, Nurhasan, mengaku sangat kecewa. Ia pun berjanji akan melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke Puskesmas Tragah.
“Kalau memang benar kejadian itu, maka kami sangat kecewa. Padahal, sebelumnya sudah komitmen untuk selalu memberikan pelayanan terbaik untuk pasien,” kata Nurhasan.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Tragah, Vivin Sufianti, berdalih tidak mendapatkan anggaran makan bagi pasien rawat inap pada tahun 2023.
“Kebetulan anggaran makan tidak ada. Kami sudah sosialisasikan kepada setiap pasien yang menjalani rawat inap,” kata Vivin.
Vivin mengatakan, pihaknya saat ini sedang berupaya agar dapat anggaran makan untuk pasien rawat inap pada tahun 2024. Namun, anggarannya masih belum turun.
“Anggaran pastinya saya tidak tahu khawatir salah sebut. Yang pasti kami sudah memberi pelayanan kepada pasien secara maksimal,” tandas Vivin. [sar/beq]






