Jombang (beritajatim.com) – Dalam acara “Koloseum Santri” di Casa Vida Venue, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (6/1/2024), Ning Yenny Wahid, Putri Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gusdur, memotivasi santri se-Jombang untuk bersama-sama mencapai visi Indonesia Emas 2045. Acara ini dihadiri dengan antusiasme tinggi dari para santri.
Ning Yenny Wahid menyampaikan pesan khusus kepada para santriwan dan santriwati agar menggunakan hak suara mereka secara bijaksana pada Pilpres 2024. Ia menekankan pentingnya memilih berdasarkan rekam jejak calon pemimpin, bukan hanya terbuai oleh janji-janji manis yang mungkin hanya sekadar “gimmick”.
Dalam konteks bonus demografi yang dihadapi Indonesia, Ning Yenny juga menekankan perlunya penegakan hukum yang tegas dan tidak berpihak kepada penguasa. Ia menyatakan ketidakikhlasannya apabila negara ini dipimpin oleh tangan-tangan kekuasaan yang dapat mengubah sistem hukum menjadi oligarki. “Saya tidak ikhlas, jika negeri ini diubah menjadi sistem oligarki!” tegasnya.
Ning Yenny menyebut Cawapres Nomor Urut 3, Mahfud MD, sebagai sosok pemimpin yang ideal untuk membawa Indonesia ke masa depan yang cerah. Ia memuji keberanian Mahfud MD dalam menegakkan hukum dan memberantas korupsi, hal yang dianggapnya telah terbukti melalui rekam jejak Mahfud di berbagai jabatan eksekutif, yudikatif, dan legislatif.
Alasan lain yang membuat Mahfud MD menjadi pilihan Yenny Wahid adalah basis pendidikannya yang kuat dari pesantren, yang membawa nilai-nilai kepesantrenan, termasuk agama, etika, dan moral. Yenny berharap Mahfud MD tidak hanya berani menegakkan hukum berdasarkan nilai-nilai yang diperolehnya di pesantren, tetapi juga dapat membawa pesantren-pesantren di Indonesia bersaing dan maju.
Lebih lanjut, Yenny Wahid menyatakan bahwa keberhasilan penegakan hukum di tangan Mahfud MD memerlukan partisipasi aktif masyarakat. Meskipun Mahfud MD terpilih sebagai wakil presiden, Yenny berharap agar masyarakat tetap terlibat dan mengoreksi proses penegakan hukum dalam konteks pemerintahan demokratis.
Dalam acara tersebut, Ketua Tim Pemenangan Muda (TPM) Ganjar-Mahfud MD, Dharmaji Suradika, dan Wakil Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud MD, Bagas Adhadirga, turut hadir untuk mendukung acara ini. Acara diawali dengan sambutan kepada Ning Yenny Wahid, diiringi pasukan paskibra, dan diakhiri dengan pengantaran Ning Yenny Wahid ke Pesantren Al-Madienah menggunakan vespa, dengan diikuti oleh Dharmaji Suradika dan Bagas Adhadirga. [kun]






