Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Malang melangsungkan rapat terbuka senat dalam rangka wisuda periode ke-72 pada Sabtu (6/1/2024). Pada wisuda periode ini, Unisma mengawali babak baru dalam mempengaruhi milestone entrepreneurial university.
Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si., menjelaskan bahwa Indonesia kedepan diperkirakan akan terjadi phk massal tahun 2025, sampai 2020. Kalau dilihat dari hasil riset akan ada 56 juta warga Indonesia yang terkena phk pada periode tersebut.
“Phk itu akibat dari perkembangan internet of things dan digitalisasi. Tenaga manusia akan diganti dengan teknologi informasi. Oleh sebab itu,, entrepreneur university menurut saya menjadi bekal mahasiswa agar punya jiwa kewirausahAan dan jiwa pengusaha kuat,” ucap Maskuri.
Rektor berharap lulusan Unisma tidak lagi mengandalkan lowongan pekerjaan, tetapi dapat menumbuhkembangkan pekerjaan baru. Berdasarkan data BPS, kata Maskuri 27,78% warga Indonesia masih dalam garis kemiskinan, 17,26% adalah orang yang ada di pedesaan, artinya para petani.
“Hal itu menjadi perhatian Unisma untuk membekali mahasiswa dengan jiwa entrepreneur. Apalagi semester ganjil 2023 saat ini hingga 2027, Unisma mengimplementasikan entrepreneurial university, sebagai upaya melakukan transformasi perguruan tinggi agar memiliki kemampuan berinovasi,” ucap Rektor kepada beritajatim.com.
Diharapkan mahasiswa mampu mengenali dan menciptakan peluang, bekerja tim work, komersialisasi dan hilirisasi hasil-hasil research. Unisma akan mendidik mahasiswa agar berjiwa entrepreneurial handal untuk menjawab tantangan zaman. Tahun 2027 Unisma akan mendeklair sebagai world class university.
Maskuri menjelaskan, alumni Unisma hingga kini mencapai 54.821 orang. Mereka berkiprah dengan berbagai peran, digelanggang nasional maupun internasional. Kebanggaan Unisma adalah alumni yang mampu merawat jagat, membangun dan mengembangkan budaya dan peradaban, mengukir sejarah dan membuat monumen-monumen kehidupan.
“Periode ke-72 ini Unisma mewisuda 614 orang, terdiri atas lulusan Program Sarjana dari 10 Fakultas dari 22 Program Studi, Program Profesi Dokter, Program Magister ada 10 Program Studi) dan Program Doktor,” kata Maskuri mengakhiri. (dan/kun)






