Blitar (beritajatim.com) – Jelang pembukaan, Alun-alun Kota Blitar bakal dibuka untuk umum. Warga pun bisa menghabiskan malam tahun baru 2024, sembari menikmati fasilitas anyar yang ada di alun-alun tersebut.
Namun sayangnya, belum juga diresmikan atau dibuka untuk umum beberapa fasilitas umum di Alun-alun Kota Blitar sudah penuh dengan kotoran burung Kuntul. Kotoran burung Kuntul tersebut terlihat mengotori monumen titik nol alun-alun Kota Blitar, serta beberapa kursi yang baru saja dipasang.
Bau amis dari kotoran burung ini tercium sangat kuat. Kondisi ini pun tentu membuat sebagian warga terganggu. Warga pun berharap kotoran burung bisa dibersihkan sehingga masyarakat yang merayakan malam tahun baru di Alun-alun Blitar bisa nyaman.
“Ini belum dibuka saja sudah penuh dengan kotoran burung, baunya tidak enak, juga mengganggu ya, tapi memang dari dulu kayaknya juga seperti ini,” kata Diah, pengunjung Alun-alun Kota Blitar, Minggu (31/12/23).
Warga sendiri sebenarnya menyambut antusias wajah baru Alun-alun Kota Blitar. Menurut warga, wajah baru alun-alun Kota Blitar jauh lebih menarik dengan adanya sejumlah spot foto yang baru.
Seperti monumen titik nol kota serta air mancur yang berada di area dalam. “Kalau inovasinya sebenarnya cukup bagus, lebih menarik ada monumen titik nol kota juga,” tegasnya.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Blitar, mengalokasikan dana sebesar Rp3,6 miliar untuk merenovasi alun-alun Kota Blitar. Anggaran tersebut digunakan DLH Kota Blitar untuk mempercantik wajah titik nol kota.
Bagian selatan sisi barat alun-alun Kota Blitar terdapat simbol atau tugu titik nol kota. Tak jauh dari tugu nol Kota Blitar terdapat kursi-kursi yang disediakan untuk para wisatawan beristirahat sembari menikmati suasana lalu lintas perkotaan bumi Bung Karno. Sementara di sisi timur ada air mancur serta tempat bermain anak.
“Insyaallah bakal dibuka pada 31 Desember 2023, sehingga mohon doa restunya alun-alun Kota Blitar ini bisa digunakan untuk malam tahun baru-an,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Blitar, Jajuk Indihartati. [owi/suf]






