Magetan (beritajatim.com) – Abdul Muhaimin Iskandar, Cawapres Pasangan Calon Nomor Urut 2 bertandang langsung ke Desa Grabahan Kecamatan Karangrejo Kabupaten Magetan, Jawa Timur, Sabtu (30/12/2023) sore.
Dia bertemu dengan perajin gamelan di Sentra Kerajjnan Gamelan Mitra Jaya di desa setempat. Pria yang akrab disapa Gus Imin itu menyempatkan memainkan Demung untuk menjajal kualitas gamelan.
Selain melihat proses pembuatan gamelan, Gus Imin diundang oleh para pengrawit gamelan yang telah disiapkan untuk menyambutnya. Gus Imin lantas menabuh demung dan kemudian diajak berdendang dengan lagu Pepeling.
Dalam kesempatan itu, pemilik usaha kerajinan gamelan Mitra Jaya yakni Wahyu Dwiyono mengatakan, pihaknya mengaku terkendala dalam pemasaran pasca pandemi Covid-19.
“Kami terkendala di pemasarannya. Karena setelah pandemi Covid itu kami semakin terpuruk. Sebelum pandemi itu saja sudah agak sepi. Kena pandemi kami terpuruk. Sampai mengurangi karyawan,” kata Wahyu, Sabtu (30/12/2023).
Dia lantas mengeluhkan itu pada Muhaimin. Wahyu mengatakan, jika solusi agar mereka tak terpuruk adalah selain memaksimalkan pemasaran luar negeri, juga memasukkan kesenian tradisional gamelan ke pelajaran sekolah dasar sederajat. “Ya harapannya, pemerintah campur tangan. Agar pengenalan budaya ini dikenalkan sejak sekolah dasar. Sehingga, ke depan semakin lestari. Pengrajin gamelan seperti kami bisa bangkit,” pungkas Wahyu.
Sementara itu, Gus Imin mengatakan, bahwa sebenarnya perajin gamelan di Magetan sudah berproduksi sejak lama. Pun, belakangan karena terkendala pemasaran, dirinya pun menerima keluhan para perajin gamelan. “Kesenian tradisional ini nanti harapannya bisa masuk sebagai kurikulum di sekolah-sekolah. Sehingga tidak hanya menambah wawasan bagi anak-anak sekolah dasar. Tapi, bisa juga dalam bentuk ekstrakurikuler,” kata Muhaimin.
Sebelumnya, Gus Imin bertandang ke Jalan Bambang Jati Wasesa di desa setempat. Selain bertemu petani, Muhaimin bertemu dengan peternak. Ada beberapa hal yang dikeluhkan mulai pupuk dan pakan ternak yang mahal. [fiq/kun]






