Mojokerto (beritajatim.com) – Sebanyak 91,4 persen jalan di Kabupaten Mojokerto dalam kategori mantap. Di tahun 2023, total panjang jalan di Kabupaten Mojokerto sekitar 1.041 kilometer. Peningkatan infrastruktur dibawah Bupati Ikfina Fahmawati ini untuk memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat.
Dengan pagu Rp150 miliar pada Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2023, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) merampungkan 35 ruas jalan yang menjadi sasaran sepanjang 36,8 KM. Pengerjaan fisik pada infrastruktur jalan ini, terbagi 27 proyek pelebaran jalan, empat rekonstruksi jalan dan empat rehabilitasi jalan.
Sejumlah ruas jalan yang tuntas diantaranya, pelebaran jalan menuju standar ruas Ngastemi-Kepuh Pandak, ruas Kertosari-Simbaringin, ruas Pekingan-Randugenengan, ruas Wonorejo-Jatipasar. Selanjutnya, ada ruas jalan Tawangsari, ruas jalan Sidorejo-Lakardowo, Jetis, dan ruas Padusan, Pacet serta ruas Gayam-Tinggarbuntut.
Kategori mantap tersebut dalam bentuk beton dan aspal. Kekurangan sebanyak 8,5 persen tersebut tersebar di sejumlah kecamatan yang ada di Kabupaten Mojokerto. Dengan jalan raya yang mulus dan lebar, secara otomatis bisa mendongkrak perekonomian masyarakat di berbagai sektor.
Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati mengatakan, tahun 2023 proyek jalan cor beton di Kabupaten Mojokerto sudah mencapai 91,4 persen. “Sisanya sebesar 8,5 persen akan kita tuntaskan tahun 2024 nanti,” ungkapnya saat jumpa pers dengan awak media di Rumah Dinas Bupati, Pringgitan, Pemkab Mojokerto, Jumat (29/12/2023).
Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini menjelaskan, untuk menuntaskan infrastuktur jalan cor beton di Kabupaten Mojokerto, pihaknya telah mengalokasikan anggaran belanja infrastruktur daerah tahun 2024. Yakni senilai Rp1.123 triliun atau sebesar 48,18 persen dari total belanja daerah.
“Anggaran itu untuk kebutuhan infrastruktur dasar seperti perbaikan jalan, irigasi, dan lainnya. Tapi kita masih fokus ke perbaikan jalan, ini faktor utama yang harus kita selesaikan di tahun 2024. Tahun 2025, kita mulai bagaimana untuk percepatan ekonomi. Kita menyelesaikan 4 hal yang menjadi PR dan menjadi prioritas nasional,” katanya.
Tahun 2024 ada empat Pekerjaan Rumah (PR), orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto ini menjelaskan, yakni penurunan angka stunting, penghapusan kemiskinan ekstrim, investasi dan kwalitas Sumber Daya Manusia (SDM). Dengan potensi yang sangat terbatas, pihaknya berharap semua peluang untuk menuju 2025 bisa tercapai.
“Mohon doanya mudah-mudahan 2024 bisa terpenuhi dengan baik, semua aman, kondusif. Masyarakat Kabupaten Mojokerto bertanggungjawab atas dirinya dan atas bangsa dan negara sehingga ekonomi bisa tumbuh, sosial budaya bisa berjalan dengan baik. Dan kita siap-siap untuk percepatan untuk 2025,” tegasnya. [tin/suf]






