Bojonegoro (beritajatim.com) – Progres pembangunan flyover di Kelurahan Jetak Kecamatan/Kabupaten Bojonegoro mulai memasuki tahapan konsultasi publik terkait penyusunan dokumen analisis dampak lingkungan (AMDAL).
Konsultasi publik mengenai penyusunan AMDAL itu digelar bersama warga yang terdampak di kantor Kelurahan Jetak, dengan menghadirkan perwakilan warga sedikitnya 38 warga di RT 3, 5, 6 dan RT 10, Jumat (22/12/2023).
Salah seorang warga di RT 5 RW 1 Kelurahan Jetak, Isna mengaku resah dengan rencana pembangunan flyover tersebut. Pasalnya saat ini warga mengaku masih menunggu perhitungan ganti untung bagi yang terdampak.
Serta terdapat pemakaman umum yang juga akan terdampak pembangunan. Selain itu, yang harus diperhatikan dalam pembangunan itu, lanjut dia, harus memperhatikan saluran limbah agar tidak berdampak bagi warga. “Pembuangan atau saluran limbah ini juga penting untuk diperhatikan,” ujarnya, Jumat (29/12/2023).
Untuk diketahui, pembangunan flyover itu nantinya akan melewati Jalan HOS Cokroaminoto dan melintasi rel kereta api. Flyover dibangun sepanjang 1,4 kilometer. Sementara batas tapak sebelah utara berbatasan area permukiman penduduk dan Sungai Bengawan Solo.
Sedangkan sebelah selatan dan barat area lahan persawahan, serta sebelah timur area permukiman warga dan Jalan HOS Cokroaminoto. Sehingga, beberapa dampak kemungkinan yang timbul bisa diantisipasi. “Untuk pembangunan fisik baru akan dilakukan setelah semua tahapan tuntas,” ujar Kepala Bidang Jembatan, Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Kabupaten Bojonegoro, Edi Dwi Purwanto.
Edi mengungkapkan, pembangunan flyover itu dilakukan untuk memperlancar mobilitas kendaraan serta mengurangi penumpukan kendaraan yang melintas rel kereta api. [lus/kun]






