Banyuwangi (beritajatim.com) – Calon Presiden (Capres) nomor urut 1 Anies Baswedan mendapat pertanyaan saat melakukan kampanye di Kabupaten Banyuwangi. Pertanyaannya mengenai rencana pemerintah melakukan ekspor pasir laut.
Anies langsung memberikan jawaban mengenai hal itu. Menurutnya, hal itu memang menimbulkan banyak protes, karena tanah di negara ini diambil oleh negara lain.
“Jadi pasir laut kita diambil oleh negara lain dipakai untuk kegiatan reklamasi. Memang kita toko material?” ungkap Anies saat di Pantai Blimbingsari, Rabu (28/12/2023).
Selain itu, kata Anies, manfaat dari aktivitas itu justru banyak menimbulkan efek negatif. Justru, ekspor pasir laut itu hanya menguntungkan golongan tertentu.
“Apa sih yang terjadi, itu artinya kita memberikan tanah kita supaya negara lain lahannya lebih luas, tanah mereka menjadi lebih luas, lah kalau memang meluaskan tanah, ambil tanah sendiri, kenapa harus pakai tanah kita,” terangnya.
Dengan tegas, Anies menolak mengenai ekspor pasir itu. Karena, hal itu justru tidak memberikan manfaat bagi nelayan, masyarakat pesisir maupun warga lainnya.
“Kebanyakan yang merasakan manfaatnya ya hanya pengusaha-pengusaha bagian ekspor pasir. Nah ini kita ingin agar kebijakan kita itu memperhitungkan juga tentang kedaulatan wilayah,” jelasnya.
Belum lagi, kata Anies, mengenai dampak risiko lingkungan yang ditimbulkan. Karena, masih banyak kegiatan lain yang lebih berpihak dan menguntungkan masyarakat, khususnya nelayan.
“Kita bilang tidak perlu diteruskan, mungkin kita akan hentikan kegiatan itu dan kita akan pastikan bahwa nelayan memiliki ekosistem lingkungan yang sehat dan kita bisa memastikan bahwa lingkungan hidup jauh lebih penting,” pungkasnya. [rin/beq]






