Jombang (beritajatim.com) – Selama libur Nataru (Natal dan Tahun Baru), arus lalu lintas di tol Jombang-Mojokerto (Jomo) diprediksi mengalami peningkatan. Untuk itu, pengguna jalan diingatkan adanya dua titik rawan macet di jalur tersebut.
Titik kemacetan pertama di exit tol atau pintu keluar tol Jombang, tepatnya di Kecamatan Tembelang Kabupaten Jombang. Kemacetan di lokasi ini disebabkan oleh limpahan arus lalu lintas dari jembatan Ploso yang baru.
Juga adanya arus lalu lintas arah Jombang Kota. Para pengguna jalan ini biasanya sedang menuju tempat wisata atau tujuan silaturahmi. Hal tersebut juga terjadi pada Lebaran lalu. Arus padat merayap, bahkan macet.
“Apabila terjadi kepadatan di titik ini, maka pengguna jalan akan dialihkan ke gerbang tol berikutnya. Yakni, gerbang tol Bandar atau gerbang tol Mojokerto Barat,” Kepala Departemen Operasi & Pemeliharaan Astra Tol Jombang-Mojokerto, Yuni Rihal, Jumat (22/12/2023).
Selanjutnya, titik kemacetan kedua berada di akses keluar gerbang tol Bandar. Kemacetan tersebut terjadi karena adanya penyempitan jalur atau bottle neck di jembatan Kayen. Jembatan ini berada di jalur arteri dan berdekatan dengan pintu keluar tol.
Selain itu juga dipicu oleh adanya dua palang pintu kereta api yang jaraknya berdekatan. Satu palang pintu berada di Jl Raya Plosorejo Kecamatan Bandarkedungmulyo Jombang. Lalu, palang pintu kedua di Jl Raya Mengkreng Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri. Kondisi itu diperparah dengan adanya Simpang Bangjuri (Jombang-Nganjuk-Kediri).
“Apabila terjadi kepadatan di exit tol Bandar, maka pengguna jalan akan dialihkan ke gerbang tol Jombang atau gerbang tol Nganjuk. Itu antisipasi yang kita lakukan,” kata Yuni saat konferensi pers terkait persiapan Nataru Astra Tol Jombang-Mojokerto.
Yuni mengungkapkan, puncak arus lalu-lintas moment libur Nataru di Tol Jombang- Mojokerto (Tol Jomo) diprediksi terjadi pada 25 Desember 2023 dan 1 Januari 2024. Astra Tol Jomo berkomitmen untuk memberikan layanan dan fasilitas terbaik agar pengguna jalan dapat menikmati perjalanan dengan lancar, aman dan nyaman.

Prediksi tersebut didasar dari adanya dua kali long weekend pada moment libur Nataru kali ini. Lalu-lintas Harian Rata-rata (LHR) Nataru 2023-2024 sebanyan 43 ribu kendaraan. Ada kenaikan 4,2 persen dibanding libur Nataru 2022 dan 39,3 persen dibanding dengan LHR normal 2023.
Sehingga diprediksi puncak Natal terjadi tanggal 25 Desember 2023 yakni sebanyak 63 ribu kendaraan dan puncak tahun baru 2024 terjadi tanggal 1 Januari 2024 yakni sebanyak 62 ribu kendaran.
“Kami juga sudah melakukan koordinasi dengan Satlantas dan Dishub Jombang, untuk melakukan antisipasi kemacetan di pintu keluar tol Jombang dan akses keluar gerbang tol Bandar,” pungkas Yuni. [suf]






