Jombang (beritajatim.com) – Investasi yang masuk di kawasan utara Sungai Brantas Kabupaten Jombang terus tumbuh. Salah satunya adalah masuknya investasi dari PT. Ultra Pirma Abadi (UPA). Perusahaan yang berada di bawah OT (Orang Tua) Group ini memproduksi wafer tango dan makanan ringan lainnya.
Perusahaan tersebut berdiri di atas lahan lebih dari 20 hektar di Desa Daditunggal Kecamatan Ploso Kabupaten Jombang. Lokasinya di tepi Jl Raya Ploso-Gedek. PT UPA mulai membangun pabrik tersebut pada 2018. Kemudian peletakan batu pertama dilakukan pada 2019.
Namun produksi sempat melambat karena dihantam pandemi COVID-19. Situasi kembali membaik pada 2021/2022. Seiring laju waktu, produksi wafer tangoterus mengalami perkembangan. Sehingga jumlah karyawan juga terus bertambah.
Nah, saat ini pabrik milik OT Group kelima ini sudah mempekerjakan 600 karyawan. Walhasil, dari jumlah tersebut warga lokal Jombang jumlahnya di atas 60 persen.
“Saat ini tenaga kerja yang ada di PT UPA Jombang masih di bawah seribu, tepatnya 600 orang. Namun, sesuai perkembangan jumlah tersebut akan terus bertambah. Untuk menggerakkan sektor ekonomi kami memperkerjakan warga lokal di atas 60 persen. Target kita di atas seribu pekerja,” ujar Harianus Ikhtar Zebua, Head of Corporate and Marketing Communication OT Group, Rabu (20/12/2023).
Harianus menjelaskan, perusahaan yang berada di Jombang tersebut merupakan pabrik kelima milik jaringan bisnis OT Group, yakni PT Ultra Prima Abadi (UPA). UPA merupakan unit bisnis pertama dari Orang Tua Group yang memproduksi berbagai macam produk konsumen, mulai makanan hingga minuman.
Beberapa di antaranya adalah tango, fullo, mintZ, blaster, oops, macito, chizmill, klop saluto, blastoz, cookiez, dan kiranti. Gayung pun bersambut. Iklim investasi di Jombang sangat bagus. Infrastruktur tertata. Lokasi perusahaan wafer tango ini tidak jauh dari pintu masuk tol Jomo (Jombang-Mojokerto).

Semua itu semakin klop dengan dukungan pemerintah setempat. “Kami sudah melakukan survei ke beberapa lokasi. Namun Jombang yang kami pilih. Tentunya dengan pertimbangan seperti di atas. Infrastruktur cukup memadai. Sangat bagus,” lanjut Harianus.
Harianus mengungkapkan, OT Group memiliki lima pabrik di beberapa tempat. Yang pertama di Daan Mogot Jakarta. Dari lima pabrik tersebut bisa memproduksi 1 juta karton lebih per tahun. Nah, dari jumlah itu pabrik di Jombang menyumbangkan di bawah 20 persen.
Harianus mengakui, OT Group tidak bisa mengandalkan satu lokasi. Namun PT UPA di Jombang menjadi prioritas. Pasalnya dari seluruh pabrik OT Group yang ada, PT UPA Jombang yang memiliki luasan area terbesar.
Hal itu semakin klop karena ditunjang infrastruktur yang bagus, termasuk jalan tol trans Jawa. “Makanya kami percaya diri untuk menjadikan pabrik Jombang untuk berkontribusi lebih besar lagi. Kami mengutamakan tenaga kerja lokal, jumlahnya di atas 60 persen,” katanya.
Dengan begitu, lanjut Harianus, hadirnya OT di Jombang bida dirasakan manfaatnya bagi warga sekitar. “Kami juga menjalin kerja sama dengan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) di Kabupaten Jombang untuk menyerap tenaga kerja,” pungkasnya. [suf]





