Kediri (beritajatim.com) – Pembangunan Bandara Dhoho Kediri telah mencapai puncak keberhasilan dengan progres 100 persen.
Dibalik suksesnya pembangunan Bandara Internasional Dhoho Kediri oleh PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk Kediri ada peran serta banyak pihak, salah satunya Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana.
Sejak menjabat sebagai Bupati Kediri 2021 lalu, Mas Dhito, panggilan akrab Hanindhito Himawan Pramana itu konsisten terhadap Proyek Strategis Nasional (PSN) Bandara Dhoho Kediri.
Lalu apa saja yang sudah diperbuat oleh Mas Dhito satu tahun terakhir ini? Beritajatim.com sengaja menyajikan informasi tentang kaleidoskop Pemkab Kediri 2023 dan peran Mas Dhito pada pembangunan Bandara Dhoho.
Proyek monumenal senilai Rp13 triliun dengan pembiayaan swasta murni melalui Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) oleh PT Gudang Garam Tbk Kediri ini ditargetkan beroperasi pada awal 2024 mendatang.
Sejak awal 2023 lalu, Mas Dhito menyiapkan hal-hal di luar bandara, seperti mengawal proses pembebasan lahan untuk bandara dan jalan tol.
Jalin Komunikasi dengan Pemda Sekitar

Untuk menyiapkan fasilitas pendukung diluar bandara, Mas Dhito berkoordinasi dengan pemerintah daerah lain, termasuk Provinsi Jawa Timur.
Dirinya mencontohkan hal kecil seperti soal rambu penunjuk menuju arah bandara. Menurutnya, meski pembangunan bandara berada di Kabupaten Kediri, namun pemasangan rambu petunjuk itu tetap melibatkan daerah sekitar seperti Nganjuk, Tulungagung, maupun kota Kediri.
“Kami ke sini hadir untuk memberikan apa yang bisa kami lakukan. Saya siap mengkomunikasikan dengan beberapa kepala daerah lain,” ungkapnya di awal 2023 lalu.
Mas Dhito mengaku jauh hari menyiapkan percepatan infrastruktur pelapis sekitar bandara. Direktur Surya Dhoho Investama (SDHI) Maksin Arisandi mengakui besarnya peran Mas Dhito.
Terima Dokumen Persetujuan Subtansi RDTR Kawasan Banyakan-Grogol

Hadirnya Bandara Dhoho Kediri bakal melahirkan kawasan perkotaan baru di sekitarnya. Daerah itu berada di wilayah Kecamatan Grogol dan Banyakan, Kabupaten Kediri.
Mas Dhito pun memberikan kemudahan bagi para investor untuk menanamkan modalnya di kawasan itu. Pertengahan Maret 2023 lalu, dia menerima dokumen persetujuan subtansi Rancangan Detail Tata Ruang (RDTR) kawasan perkotaan Banyakan-Grogol dari Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Dengan adanya RDTR berbasis online single submission (OSS) diharapkan dapat lebih memberi kemudahan bagi para investor untuk berinvestasi di Kabupaten Kediri.
“Adanya RDTR ini menjadikan investasi di sebagian kawasan Banyakan dan Grogol terutama yang dekat dengan bandara sudah ada kepastian,” katanya di Jakarta.
Wilayah perencanaan perkotaan Banyakan-Grogol seluas 5.520,35 hektar yang juga mengakomodir pembangunan Bandara Kediri dan Jalan Tol Kertosono-Kediri. Hal ini mengacu amanat Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2020 dan Peraturan Presiden Nomor 80 Tahun 2019.
Adapun wilayah yang masuk perencanaan kawasan perkotaan Banyakan-Grogol meliputi Desa Manyaran, Tiron, Jatirejo, Banyakan, Grogol, Cerme, Wonoasri, Sonorejo, Bakalan, Sendang, Maron, Ngablak dan Jabon.
Dengan terobosan itu, perijinan-perijinan skala besar lewat OSS tanpa KKPR (Kesesuaian Kegiatan Tata Ruang) otomatis terbit kalau sudah sesuai tata ruang. Namun ketika tidak sesuai akan langsung ditolak oleh sistem.
Adanya RDTR yang telah mendapatkan persetujuan tersebut diharapkan mewujudkan kawasan Banyakan-Grogol sebagai pintu gerbang Kediri Raya dengan fungsi kawasan Perdagangan dan jasa berbasis agribisnis.
Menurut Mas Dhito, di Kabupaten Kediri, ke depan ada lima RDTR dimana setelah kawasan Banyakan-Grogol. Pada tahun 2023 ini pihaknya juga memproses kawasan Pare dan Ngadiluwih.
Gandeng Muhammadiyah dan Aisyiyah Untuk Hadapi Dampak Sosial

Disamping percepatan di segala bidang, harus disadari hadirnya Bandara Dhoho Kediri juga melahirkan sebuah tantangan baru yaitu dampak secara sosial kemasyarakat.
Mobilitas masyarakat di Kediri bakal meningkat seiring beroperasinya Bandara Dhoho Kediri. Mas Dhito memikirkan dampak sosial ini dan berupaya mencari solusi penanganan.
Maka, Mas Dhito bersinergi dengan Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah menghadapi dampak sosial yang akan ditimbulkan dengan adanya bandara Kediri.
Menurut Mas Dhito Muhammadiyah selama ini telah mewarnai kehidupan di Kabupaten Kediri, baik dari sektor, pendidikan, kesehatan maupun sosial.
“Kita harus memperkuat hubungan antara Pemerintah, Muhammadiyah Kabupaten Kediri dan ibu-ibu Aisyiyah, karena begitu bandara sudah dibuka gempuran dari luar akan masuk ke dalam, dampak sosial ini pasti akan terjadi,” kata Mas Dhito saat menghadiri pengukuhan Pimpinan Daerah Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Kediri Periode 2022-2027 di Convention Hall Simpang Lima Gumul, pada Minggu (4/6/2023) lalu.
Adanya bandara baru itu diyakini akan memberikan dampak kemajuan bagi Kabupaten Kediri. Pun begitu disisi lain dampak sosial tetap tidak bisa dihindari dari suatu proses perubahan. Pasalnya akan banyak budaya dari luar yang akan masuk.
“Ini saya perlu pandangan, saya perlu kritikan, masukan karena itu yang menjadi vitamin buat kami. Itu yang bisa membuat kami sampai saat ini bekerja,” tutur Mas Dhito.
Menanggapi harapan bupati, Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ikhwan Nurhadi menyampaikan, Muhamamdiyah akan terus bersinergi dengan pemerintah melalui berbagai program-program yang dijalankan.
Adanya bandara diakui akan menjadikan gelombang besar bagi Kabupaten Kediri, salah satunya perubahan dalam kehidupan sosial masyarakat. Muhammadiyah tetap berkomitmen memberikan kontribusi dalam menghadapi perubahan sosial itu.
“Nanti kita akan membuat road maps. Nanti kita agendakan terkait dengan dampak-dampak sosialnya kira-kira apa dan apa yang akan kita lakukan,” bebernya.
Ikhwan Nurhadi menegaskan, Muhammadiyah akan berusaha dapat menjalankan apa yang menjadi harapan bupati Kediri. Terlebih dengan berbekal pengalaman yang telah dijalankan selama ini.
“Khususnya di Muhammadiyah kita Insyaalloh sudah terbiasa menangani hal-hal seperti itu karena memang sudah ada kembaga-lembaga khusus yang menangani,” pungkasnya.
Diketahui, Ikhwan Nurhadi terpilih menjadi Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Kediri Periode 2022-2027. Dia menjabat ketua meneruskan kepemimpinan yang sebelumnya dijabat Ahmad Fanani Sumali. Adapun ketua Aisyiyah dijabat Kristin Muslimah.
Dukung Konektivitas Pendukung Bandara

Pada pertengahan Juli 2023 lalu, Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi datang ke Kediri untuk meninjau proyek Bandara Dhoho Kediri. Mas Dhito mendampingi kunjungan Menhub.
Menhub mendukung Bandara Dhoho Kediri melayani penerbangan ibadah haji dan umroh. Ini karena panjang runway Bandara Kediri mencapai 3.300 meter dan mampu untuk mendapat pesawat berbadan besar.
Mas Dhito menyebut untuk dijadikan sebagai tempat pemberangkatan jemaah haji ke Arab Saudi, masih perlu dipersiapkan asrama haji dan rumah sakit terdekat. Dua itu, menurut Mas Dhito telah disyaratkan oleh pihak Arab Saudi.
Melihat perkembangan pembangunan bandara, Mas Dhito menyebut yang masih menjadi catatan saat ini terkait konektivitas antar wilayah untuk mendukung bandara.
Konektivitas yang dimaksud yakni terkait jalan tol. Pembangunan tol Kertosono-Kediri, lanjut Mas Dhito, tengah dalam proses pembebasan lahan.
“Begitu pula tol Kediri-Tulungagung ini kita juga terus kebut bersama SKA Toll, karena konektivitas ini sangat penting sekali,” tandasnya.
Jalan tol Kertosono-Kediri melewati 21 desa terdampak, lima diantaranya berada di Kabupaten Kediri. Sedang, tol Kediri-Tulungagung melewati 23 desa terdampak di Kabupaten Kediri.
Demi lancaran proses pembebasan lahan untuk jalan tol itu, Pemerintah Kabupaten Kediri terus mengintensifkan kegiatan sosialisasi tak terkecuali kepada pemerintah desa terdampak.
Sementara itu, untuk pelayanan penerbangan haji, selain asrama haji dan rumah sakit sebagaimana disebutkan Mas Dhito, Kementerian Perhubungan meminta dukungan pemerintah daerah dalam penyiapan fasilitas penunjang seperti penginapan atau hotel di dekat bandara.
Menyinggung soal konektivitas antar wilayah, disampaikan bahwa pembangunan jalan tol tersebut masuk dalam proyek strategis nasional (PSN) melalui mekanisme kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU).
“Bandara ini dengan akses yang ada sudah cukup memberikan competitiveness (daya saing) dibandingkan dengan bandara-bandara lain,” terangnya.
Disampaikan, terdapat tujuh kabupaten/kota yang berada di sekitar Bandara Dhoho Kediri. Sedang, jarak tempuh untuk mencapai Surabaya ataupun Malang setidaknya dibutuhkan waktu sekitar tiga jam.
“Saya tidak khawatir, walaupun dengan aksesibilitas yang ada sekarang ini sudah bisa hidup, tetapi dengan rencana jalan tol yang merupakan proyek PSN Kediri akan menjadi tumpuan baru (episentrum baru di Jawa Timur),” tandasnya.
Dorong Lahirnya Kampung Moderasi Beragama di Sekitar Bandara

Mas Dhito menyambut baik pembentukan kampung moderasi beragama dan berharap lebih banyak didirikan di Kabupaten Kediri terutama desa-desa di sekitar bandara.
Keberadaan kampung moderasi beragama yang diinisiasi Kementerian Agama itu sebagai upaya menjaga kerukunan antar umat beragama di desa dan memupuk nilai-nilai toleransi ditengah keberagaman dalam masyarakat.
“Ini bisa menekan intoleransi atau radikalisme yang bisa terjadi di Kediri,” kata Mas Dhito dalam pertemuan bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri Achmad Fa’iz di Ruang Pamenang Pemkab Kediri, pada akhir Agustus 2023 lalu.
Keberadaan Bandara Dhoho Kediri banyak memberikan manfaat terkait peningkatan perekonomian. Namun, disisi lain keberadaan bandara juga akan banyak pengaruh luar masuk ke Kediri.
Mas Dhito menilai sangat diperlukan sekali kampung moderasi beragama. Dia pun berharap sebelum bandara full beroperasi di 2024, kampung moderasi beragama ini sudah banyak berdiri terutama di desa-desa dekat bandara.
Masih kata Mas Dhito, pihaknya siap membantu Kementerian Agama untuk mengembangkan kampung moderasi beragama di wilayah barat sungai, terutama di desa-desa dekat bandara.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kediri Achmad Fa’iz menyebut, pihaknya telah melaunching tiga kampung moderasi beragama di Kabupaten Kediri.
Masing-masing Desa Medowo Kecamatan Kandangan, Desa Manggis Kecamatan Ngancar dan Desa Tawang di Kecamatan Wates. Pun demikian, diakui sejauh ini di tiap kecamatan telah diinisiasi pembentukan kampung moderasi beragama.
Menindaklanjuti harapan bupati terkait pembentukan kampung moderasi beragama di desa-desa sekitar bandara pihaknya mengakui daerah bandara memang perlu mendapat perhatian khusus.
Pelebaran Jalan Akses Menuju Bandara Dhoho

Mas Dhito melakukan percepatan pembangunan prasarana menuju bandara. Sejumlah titik jalan diperbaiki dan diperlebar sebagai akses menuju Bandara Dhoho Kediri. Beberapa titik itu antara lain Jalan PB Sudirman dan simpang Empat Banyakan, Kabupaten Kediri.
Menurutnya, Jalan PB Sudirman menjadi akses utama ke bandara. Pihaknya telah merampungkan proses perbaikan termasuk melakukan pemasangan lampu penerangan.
Adapun untuk perapian kabel dan tiang listrik telah dilakukan koordinasi dengan Telkom maupun PLN. Kedua instansi itu diakui telah sama-sama berkomitmen untuk melakukan perapian sesuai tanggung jawab masing-masing.
“Untuk kabel telah ditata oleh Telkom, kemudian seperti tiang listrik di simpang empat Banyakan itu juga telah dipindah (oleh PLN),” ungkap.
Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Kediri Irwan Chandra secara terpisah menambahkan, selain pelebaran akses jalan menuju bandara di simpang empat Banyakan, akan dilakukan pembebasan lahan di tikungan pertama (simpang tiga Jatirejo) sebelum bandara.
“Nanti di tikungan itu juga akan dilakukan pembebasan lahan sekitar 4×4 meter,” tambahnya.
Pembebasan lahan ini dimaksudkan untuk melebarkan akses jalan yang dinilai masih terlalu sempit. Selain itu, dilakukan pula pekerjaan pembangunan prasarana Jalan Jawa di Kecamatan Grogol yang merupakan jalan konvensional dari arah Kabupaten Nganjuk.
“Akses Jalan dari Grogol itu dilakukan pengaspalan ulang,” urainya.
Seperti Jalan Jawa, untuk melakukan pekerjaan pembangunan prasarana pendukung diluar jalan tol, Pemerintah Kabupaten Kediri juga berkolaborasi dengan Pemerintah Pusat, Provinsi maupun pemrakarsa.
Secara keseluruhan diluar Jalan Tol, progres pekerjaan akses pendukung di sekitar bandara, menurut Irwan baik itu yang ditangani pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten sudah 99 persen.
Pun begitu, diakui untuk akses pendukung lain seperti Pembangunan Jembatan Jongbiru yang baru dikerjakan sesuai perencanaan akan selesai pada Mei 2024.
“Kalau menurut target kami, kemarin komunikasi dengan PPK pusat itu kalau bisa sebelum hari raya sudah bisa dipakai,” tandasnya.
Ajak Kepala Daerah Selingkar Wilis Bangun Jalan Non Tol

Infrastruktur Bandara Dhoho Kediri sudah siap beroperasi. Mas Dhito mengajak kepala daerah di Selingkar Wilis membangun aksesibilitas jalan non tol di wilayahnya masing-masing menuju bandara.
Dia menyampaikan, multiplier effect dengan beroperasinya bandara tidak hanya dirasakan oleh Kabupaten Kediri, namun juga daerah di sekitarnya.
Untuk memperlancar konektivitas antar wilayah ini, orang nomor satu di Kabupaten Kediri tersebut melakukan komunikasi intens dengan beberapa kepala daerah di Selingkar wilis tersebut.
“Saya berharap tidak hanya di Kediri, karena nanti yang menikmati juga kota kabupaten sekitar, (harapannya) bisa untuk menyisihkan anggaran untuk segera membangun jalan non tol,” terang Mas Dhito saat berkunjung ke bandara bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, awal Desember 2023 lalu.
Sejauh ini pihaknya serius memberikan perhatian penuh terhadap jalan penunjang di sekitar bandara. Dengan demikian, jalan non tol ini bisa menjadi akses utama menuju bandara jika tol belum selesai.
Akses jalan tersebut, kata Mas Dhito, seperti Jalan PB Sudirman dan Jalan Jawa. Kemudian, jalan provinsi juga telah diperlebar untuk kesiapan beroperasinya bandara tersebut.
“Tidak hanya pemerintah kabupaten alhamdulilah berkat bantuan dari ibu gubernur, jalan mulai dari Gringging itu diperlebar,” jelasnya.
Sementara, dalam kunjungannya itu, Gubernur Khofifah mengungkapkan bandara dengan panjang runway 3.300 meter ini dapat mewujudkan keseimbangan pertumbuhan pembangunan. Pasalnya, pihaknya menilai selama ini Jatim bagian selatan ini masih terpaut dari Jatim bagian utara.
Dikatakan Khofifah, Kabupaten Kediri memiliki berbagai potensi besar di sektor industri dan usaha kecil menengah. Hal ini terbukti dengan kualitas komoditas yang tak dimiliki oleh daerah lain seperti Nanas PK-1, kopi, dan mangga podang.
“Kalau ada alpukat tanpa biji itu adanya di kediri, keren sekali karena marketnya alpukat juga keren sekali, dalam dan luar negeri,” jelasnya.
Di sisi lain, pihaknya menyampaikan bandara yang bisa digunakan mendarat pesawat Boeng-777 ini menjadi salah satu embarkasi haji di wilayah Mataraman.
“Ini akan bisa menjadi salah satu titik sentral embarkasi sehingga bagi masyarakat mataraman raya tidak hanya pada saat ibadah haji tapi juga umroh bisa melalui airport ini,” tandasnya.
Direktur PT. Surya Dhoho Investama, Maksin Arisandi menambahkan secara infrastruktur bandara tersebut sudah siap beroperasi. Pun demikian masih perlu adanya proses finishing sekaligus menunggu kalibrasi dari Kementerian Perhubungan.
“Dari sisi kesiapan bandara sendiri secara fisik kita untuk fungsional operasi sudah siap, memang ada beberapa hal yang harus diselesaikan dahulu bukan hanya fisik tapi juga yang terkait dengan verifikasi maupun kalibrasi,” katanya
Demikian peranan Bupati Kediri Mas Dhito dan jajaran Pemerintah Kabupaten Kediri sepanjang tahun 2023 ini terhadap pembangunan Bandara Dhoho Kediri. [ADV PKP/nm/ted]






