Pasuruan (beritajatim.com) – Tujuh orang nelayan Pasuruan terdampar di Pantai Niyama, Kabupaten Tulungagung. Ketujuh nelayan tersebut yakni Sauri Lirsani, Samsul Arifin, Muhamad Agus, Samsudin, Muhamad Rohim, Suhaimi, dan Yasin.
Ketujuh nelayan tersebut berasal dari Desa Pasinan, Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Mereka menaiki KM Rampok atau Payang. Dari tujuh nelayan tersebut, satu orang hilang bernama Suhaimin, satu meninggal dunia bernama Yasin, dan satu lagi kritis yang bernama Muhamad Rohim.
“Ada tujuh warga asal Pasuruan yang mengalami kecelakaan kapal di pantai Teluk Popoh yang ada di Telungagung. Tiga orang menjadi korban dan empat orang selamat,” kata Kasad Pokairud Polres Pasuruan Kota, AKP Erni Sugihastuti, Rabu (20/12/2023).
Erni menjelaskan, mulanya kapal bermuatan tujuh orang tersebut berangkat dari Teluk Popoh sekitar pukul 06.00 WIB. Sesampainya di lokasi, nelayan langsung menjala ikan.
Namun sekitar pukul 09.20 WIB, perahu nelayan terkena gelombang ombak yang besar. Sehingga perahu yang dinaikinya bergeser ke tepian pantai Niyama dengan posisi malang.
“Perahu yang malang tersebut kemudian kembali terkena ombak hingga terguling ke kiri. Ombak yang terus menyapu perahu itu akhirnya menepi di pantai Niyama,” tambahnya.
Sejumlah warga yang mengetahui ada nelayan yang terdampar langsung berusaha memberi pertolongan. Sementara nelayan yang kritis dilarikan ke rumah sakit terdekat. [ada/but]






